Aksi solidaritas, mahasiswa nyanyikan Indonesia Raya di depan gereja, Selasa.

Sumenep, (Media Madura) – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar aksi solidaritas untuk korban teror bom di Surabaya, Selasa (15/5/2018).

Dalam aksi solidaritas ini mereka mendatangi Gereja Pantekosta Sumenep sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu mereka bergerak menuju Kantor DPRD setempat.

Di kantor wakil rakyat,ahasiswa mendesak agar DPR RI segera merampungkan revisi Undang-undang Anti Terorisme. Sebab, Indonesia saat ini bisa dianggap darurat teroris.

“Tindakan teror harus segera dihentikan, salah satu caranya dengan segera memperkuat kedudukan dan pelaksanaan UU terorisme di DPR RI,” ujar korlap aksi, Mansur.

Tapi sayang, mereka harus pulang dengan kecewa lantaran tidak satupun wakil rakyat yang bisa ditemui. Saat di ruang komisi mereka hanya ditemui oleh staf komisi, begitupula saat menyisir di ruang fraksi. 

“Tentu kami sedikit kecewa karena tidak ada satupun anggota DPRD yang bisa kami temui. Kami datang kesini sebagai bagian dari rakyat untuk menyampaikan agar RUU Anti Terorisme segera disahkan,” tegasnya.

Demi keamanan, mereka juga meminta Pemerintah untuk melakukan pendataan keberadaan pendatang baru di Sumenep ini. Sebab bukan tidak mungkin teroris yang tak berprikemanusiaan menyasar hinggga ke Sumenep. 

Sekedar diketahui, Revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 itu diajukan pemerintah pada Februari 2016 lalu, sebulan setelah teror bom Thamrin, 14 Januari 2016. UU tersebut merupakan penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2002. Namun hingga kini, RUU itu belum juga selesai.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan