Komisioner KPU Sampang Miftahir Rozaq.

Sampang, (Media Madura) – Gencarnya pelaksanaan sosialisasi dalam mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur mulai disoal.

Pasalnya, hingga saat ini masih banyak warga belum mengetahui kapan waktu pelaksanaan berlangsung serta tata cara pencoblosan yang benar, baik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim maupun Pemilihan Bupati (Pilbup) Sampang. Padahal, Pemerintah Kabupaten Sampang telah menggelontarkan dana hibah kepada KPU sebesar Rp 1,2 Miliar untuk dana sosialisasi Pilkada serentak.

“Sampai saat ini belum tahu hari dan waktu pelaksaan Pilkada Sampang, hanya saja yang tahu ada tiga calon,” ujar H. Gufron (45) warga Desa Tamberu Laok Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang dengan logat Maduranya, Senin (14/5/2018).

Menurutnya, belum mengetahui kapan tanggal coblosan karena minimnya sosialisasi dari penyelenggara pemilu. Apalagi, masyarakat desa selama ini kurang diperhatikan untuk sama-sama meramaikan dan mensukseskan pelaksanaan Pikada.

“Orang desa fokusnya kerja di sawah pak, ditambah tidak ada pemberitahuan dari orang yang terkait, baik kepala desa atau petugas yang di desa-desa itu (PPS) pak,” kata Gufron dengan polos.

Hal sama disampaikan, Fatima (35) warga Desa Kodak Kecamatan Torjun. Dia mengaku tidak tahu tata cara pencoblosan yang benar. Sehingga dirinya berinisiatif akan ikut mencoblos dengan diwakilkan kepada saudaranya pada pemungutan suara.

Perempuan berkepala lima orang anak ini menuturkan, untuk hari dan tanggal pelaksanaan Pilkada belum diketahui. Hanya saja mendengar selentingan bahwa pelaksanaan pasca hari besar Idul Fitri 1439 Hijriyah.

“Mau diwakilkan saja ke saudara, kalau tidak tahu mau gimana lagi, mending mau ke sawah, informasinya setelah lebaran, tapi tanggalnya tidak tahu,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Jaka Jatim Korda Sampang Sidik, menjelaskan masih banyaknya masyarakat belum mengetahui pelaksanaan dan tata cara pencoblosan akibat minimnya sosialisasi dari KPU.

“Jangan salahkan masyarakat yang tidak tahu itu karena minimnya sosialisasi KPU padahal dana sosialisasi mencapai miliaran, dibuat apa saja dana itu,” ucapnya.

Sidik akrab disapa Didik itu menilai miliaran dana sosialisasi Pilkada serentak di Sampang hanya dijadikan bancakan semata oleh pihak terkait dalam menghambur-hamburkan anggaran. Hal ini menimbulkan kesan Pilkada dijadikan kesempatan bagi oknum tertentu.

Dirinya mencontohkan, kegiatan sosialisasi dipusatkan di wilayah kota yang justru menjangkau masyarakat dengan tingkat pendidikan tinggi. Sedangkan di pelosok desa tidak pernah tersentuh.

“Kegiatannya hanya seremonial saja, selama ini mana pernah mendatangi ke desa-desa, misalnya menyisir ke pasar dari satu lorong ke lorong lainnya agar mempermudah warga dalam mengingat hari pemilihan,” terangnya.

Menanggapi itu, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan SDM Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang Miftahur Rozaq, mengklaim bahwa sudah banyak masyarakat paham tanggal pelaksanaan pemilihan terlebih lagi KPU terbantu dengan adanya media sosial.

“Apalagi hampir tiap keluarga punya media sosial ini salah satu media penyelenggara pemilu dalam melakukan sosialisasi, tapi sosialisasi tidak hanya menjadi tanggungjawab KPU melainkan seluruh elemen masyarakat termasuk peserta Pilkada, partai politik, yang juga ikut gencar melakukan kampanye dan sosialisasi ajakan nyoblos tanggal 27 Juni 2018,” tuturnya.

Rozaq menyatakan, terkait sosialisasi cara pencoblosan yang benar baru dilaksanakan dan berjalan satu bulan terakhir. Termasuk merancang melakukan program sosialisasi yang lebih gencar di setiap desa, kecamatan, maupun setiap komunitas atau segmen.

“Kalau tanggapan dana sosialisasi dijadikan bancakan itu tidak benar, kita realisasikan sesuai peruntukannya,” tegasnya.

Rozaq menambahkan, dana sosialisasi pelaksanaan Pilkada serentak sebesar Rp 1,2 miliar itu merupakan 3.5 % dari total anggaran. Dana yang dialokasikan Pemkab Sampang untuk Pilkada 2018 sebesar Rp35.498.700.000 dari APBD, dan pencairannya dibagi menjadi dua tahun anggaran.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.