Prof. Dr. KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin MA saat mengisi kajian kolosal keislaman Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Madura di Pendopo Bupati Jalan Wijaya Kusuma Kota Sampang, Senin (14/5/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof. Dr. KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, MA, atau Din Syamsuddin, menilai insiden serangan bom di Surabaya akan merusak stabilitas dan kerukunan antar umat beragama.

Seperti diketahui, aksi bom bunuh diri tidak hanya menyasar 3 Gereja, apartemen di Sidoarjo, pada Minggu (13/5) kemarin. Teranyar, terjadi di Polrestabes Surabaya, Senin (14/5) pagi.

“Saya yakin salah satu motif pelaku yang meneror ini adalah untuk menciptakan kekacauan terutama antar umat beragama dan tentunya akan berefek pada konflik besar untuk bangsa ini,” ujar Din Syamsuddin di Sampang usai mengisi kajian kolosal keislaman Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Madura di Pendopo Bupati Jalan Wijaya Kusuma, Senin (14/5/2018).

Apalagi, lanjut Din Syamsuddin, aksi teror tersebut terjadi menjelang perombakan demokrasi yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018.

“Tentu itu sangat sensitif, tapi kami yakin pihak berwenang mampu mengatasi situasi ini untuk segera memulihkan keadaan di Jawa Timur, terutama menjelang Pilkada serentak,” tuturnya.

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menyatakan mengecam tindakan itu dan turut prihatin. Karena insiden teror bom telah mencoreng citra nama baik Negara Indonesia yang dikenal dengan rukun dan guyub antar umat beragama.

“Kami bersyukur, ternyata umat kristiani memberikan respon rasional dan wajar yang tidak memicu permusuhan antar umat beragama,” punkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.