Kondisi korban sesat sebelum dievakuasi

Sumenep, (Media Madura) – Rahmad Setiyono (41), warga Jalan Trunojoyo Gang Tambak Saji III Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sungguh nekat.

Betapa tidak, ia mencoba bunuh diri dengan menggunakan sebilah alat senjata tajam. Ia melakukannya di rumah milik rekan kerjanya, Heri Sugeng Purnomo alias Ipung di Perumnas Giling Desa Pamolokan Sumenep, Kamis (10/5/2018) sekitar pukul 17.00 WIB. 

“Akibat perbuatannya itu, korban telah mengalami sekitar tujuh luka tusuk di bagian perut sebelah kiri yang mengakibatkan perut korban luka robek,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Abd Mukid.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang diperiksa polisi, disebutkan bahwa kejadian bermula saat Ipung datang ke rumah korban. Lalu beberapa saat korban mengajak Ipung ke rumahnya di Perumnas Giling. 

Di perjalanan, korban meminta agar mampir dulu ke pasar di belakang Masjid Jamik untuk membeli sebilah pisau. Tanpa curiga untuk keperluan apa, Ipung pun bersedia mengantarkan korban

“Ternyata pisau yang dibeli itu digunakan korban untuk upaya mengakhiri hidupnya sendiri saat berada sendirian di rumah Ipung,” bebernya. 

Sesampainya di rumahnya, Ipung sempat meninggalkan korban sendirian lantaran harus menjemput istrinya ke terminal yang baru datang dari Pamekasan. 

“Saat menuju terminal, Ipung sempat menelpon istri korban dan memberitahu bahwa korban ada di rumahnya. Tapi saat istrinya menyusul korban ke rumah Ipung, sudah mendapati korban bersimbah darah dengan luka tusuk,” jelasnnya. 

Kata Mukid, dari keterangan Ipung, korban diduga nekat ingin bunuh diri karena tengah mengalami stres lantaran terlilit hutang miliaran rupiah setelah beberapa usaha proyek yang dijalankan dengan modal miliaran tak ada kejelasan.

“Motif sementara dalam kejadian tersebut, korban terlilit hutang yang belum bisa membayar karena jangka waktu sudah habis. Sedangkan rekan kerja yang ia serahkan uang hingga miliaran sudah kabur,” tandas Mukid. 

Korban sempat ditangaani secara medis di RSUD dr Moh Anwar Sumenep, tapi saat ini, korban sedang dirujuk ke Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut karena keadaannya sangat kritis. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.