Presiden Madura United, Achsanul Qosasi berdiskusi dengan pelatih anyar, Milomir Seslija saat latihan di SGB, Kamis (1/3/2018)

Media Madura – Menang lewat drama adu penalti atas Persibo Bojonegoro tidak membuat Pelatih Madura United, Milomir Seslija puas. Justru, Milo merasa kecewa, dengan hasil kurang oke tersebut.

Hasil imbang 1-1 di kandang Persibo, Stadion Letjen H. Soedirman, Bojonegoro pada partai pembuka Piala Indonesia, Selasa (8/5) kemarin, menjadi sorotan pelatih asal Bosnia tersebut.

Madura United terbilang ‘beruntung’ pada pertadingan itu. Kemenangan mereka hanya dihasilkan melalui babak tos-tosan.

Padahal, di atas kertas Madura United sangat diunggulkan, ditambah kasta Madura United dari Liga 1, sementara Persibo Liga 3. Tapi, Persibo mampu tampil mengejutkan di kandang sendiri.

Madura United sempat unggul di babak pertama melalui Engelberd Sani. Namun, mereka malah membiarkan Persibo membalasnya di babak kedua dikemas, Hasan Basri.

Akhirnya, babak drama adu penalti jadi penentuan bagi kedua tim setelah bermain imbang 1-1 90 menit penuh.

Beruntungnya, kemenangan berpihak kepada Madura United. Klub asal Pulau Garam tersebut menang agregat 2-4 di babak adu penalti. Karena turnamen ini sistem gugur, otomatis Madura United lolos ke babak 64 besar.

Pelatih Milo sendiri tidak menyangka timnya bakal ditahan imbang tuan rumah. Menurut Milo, timnya sudah bermain bagus, terlepas dari keasyikan bermain.

“Harus ada pelajaran dari pertandingan ini. Kita terlihat seperti keasyikan bermain dan mengontrol permainan, sehingga lupa pada serangan,” ucap Milo.

Di satu sisi, Madura United harus segera melupakan hasil ini dan fokus menatap pertandingan lanjutan Liga 1 2018. Sebab, Laskar Sape Kerrab sudah ditunggu Persija Jakarta, pada 12 Mei mendatang.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.