Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman menyampaikan hasil Ops Patuh Semeru 2018 di Gedung Wira Pratama Polsek Kota, Rabu (9/5/2018) sore. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang, Madura, Jawa Timur, selama menggelar Operasi Patuh Semeru 2018 selama 14 hari sejak 26 April hingga 9 Mei 2018 berhasil menindak sebanyak 3.124 pelanggaran. Jumlah pelanggaran lalu lintas ini naik signifikan dibandingkan tahun 2017.

Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman, mengatakan pelanggaran hasil Operasi Patuh Semeru 2018 naik menjadi 28,47 persen dibandingkan 2017 sejumlah 1.609 pelanggaran.

“Tahun 2018 menindak 3.124 pelanggaran, diantaranya 2.617 tilang dan 507 teguran,” kata Budhi didampingi Kasat Lantas Polres Sampang AKP Musa Bakhtiar saat press release di Polsek Kota, Rabu (9/5/2018) sore.

Kapolres Sampang menuturkan, pelanggaran tertinggi dalam operasi tahun ini didominasi oleh kendaraan roda dua yaitu 1.609 pelanggaran. Sedangkan, roda empat 722 pelanggaran.

Kemudian, usia para pelanggar mulai berumur 26 tahun-30 tahun sebanyak 587 orang, profesi pelanggar rata-rata karyawan atau swasta sebanyak 1.532 orang, dan pendidikan pelanggar lulusan SMA sebanyak 1.124 orang.

“Untuk pelanggaran motor seperti tidak menggunakan helm, serta pelanggaran mobil tidak menggunakan sabuk pengaman (Safety Belt),” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan barang bukti yang berhasil disita berupa SIM 198 lembar, 2.394 STNK, serta 25 kendaraan bermotor roda dua dan empat.

“Kendaraan yang diamankan ini tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan kendaraan, salah satunya saat berlangsungnya operasi satu mobil Mitsubishi Kuda Nopol B 1820 JF diduga terlibat tindak pidana penipuan, lalu diserahkan ke Reskrim,” ucapnya.

Budhi menambahkan, untuk kejadian laka lantas selama Operasi Patuh Semeru ini hanya satu kasus kecelakaan. “Meninggal dunia nihil, luka berat 1 orang meninggal saat penanganan medis, dan luka ringan 3 orang,” tutupnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.