Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungannya di pasar Srimangunan Sampang dan bertemu pengunjung pasar, Rabu (2/5/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Siapa yang tidak kenal dengan nama Khofifah Indar Parawansa. Dia dikenal masyarakat di seluruh penjuru nusantara. Apalagi mendekati kontestasi politik lima tahunan ini.

Mantan Menteri Sosial (Mensos) RI itu kini maju sebagai calon gubernur di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jawa Timur 2018 berpasangan dengan wakilnya Emil Elistyanto Dardak (Khofifah-Emil).

Khofifah sudah dua kali kalah di Pilkada Jatim tahun 2008 dan 2013 lalu. Ketua Umum PP Muslimat NU ini tumbang di putaran kedua oleh pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa).

Meski begitu, tak menyurutkan niatnya kembali maju ketiga kalinya. Calon gubernur nomor urut 1 ini mengaku optimis dan terus mencari dukungan suara di Kabupaten Sampang, Madura, untuk memperebut kemenangan pada 27 Juni 2018 mendatang.

“Rasanya ini animo, respons, dan impresinya berbeda, saya menangkap satu respons yang sangat strategi dan menjadikan respons positif. Mudah-mudahan semuanya bergerak pada akumulasi kemenangan 27 Juni 2018,” kata Khofifah di sela-sela kunjungan di Pasar Srimangunan Sampang, Rabu (2/5) kemarin.

Dia menyampaikan, sebagai warga asli Jawa Timur, ia kembali tertantang maju sebagai calon gubernur. Berbekal pengalaman di Kementerian Sosial, Khofifah ingin mengentas kemiskinan di daerahnya. 

Usai menyempatkan kunjungannya di Pasar Srimangunan, Khofifah juga menghadiri sarwah akbar dan Harlah Muslimat NU ke 72 di Gedung PKPN Sampang.

Dalam acara tersebut Khofifah meyakini akan mendapat dukungan penuh dari Muslimat NU Sampang. Sebab, masih Khofifah, Muslimat NU diibaratkan seperti ikan laut yang tidak akan asin meski berada di lautan.

“Filosofinya, Muslimat NU mempunyai prinsip yang teguh terutama dalam hal solidaritas,” pungkasnya

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.