Ilustrasi

Pamekasan, (Media Madura) – Kemudahan perizinan Tenaga Kerja Asing (TKA) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018, dianggap memberi celah bagi pekerja asing ilegal.

Pasalnya, dalam ketentuan pasal 22, menyebut bahwa TKA dapat menggunakan visa terbatas (vitas) dan izin tinggal sementara (itas) untuk bekerja di Indonesia.

“Perpres 2018 tersebut saat ini telah menjadi perbincangan hangat di Medsos, media online maupun cetak. Karena kenyataannya TKA yang datang ke Indonesia bukan tenaga kerja yang profesional,” terang Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail.

Ia juga meminta kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Pamekasan untuk bergerak cepat agar TKA yang ada di bumi Gerbang Salam jangan sampai ilegal.

“Jangan sampai mereka datang tidak membawa dokumen – dokumen kependudukan ataupun pasport. Apalagi kalau niat mereka datang ke sini hanya sebagai turis, lalu nanti dia menetap sebagai pekerja di sini kita tidak ingin hal tersebut terjadi,” ujarnya.

Sebelum hal tersebut terjadi seperti di daerah – daerah lain pihaknya menginginkan agar Kota Pamekasan steril dari TKA yang tak sesuai dengan prosedural.

“Kita minta dinas terkait untuk segera bergerak memantau TKA tersebut. Apalagi saya sempat mendengar ada TKA di sini. Dan dokumen mereka tidak lengkap, jadi saya meminta kepada dinas terkait untuk segera melakukan penyisiran ke berbagai perusahaan tempat mereka bekerja kalau memang itu benar maka, mereka harus segera di kembalikan sesuai prosedural yang ada,” pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Trasmigrasi Pemkab Pamekasan, Arif Handayani menyebutkan, ada sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Kabupaten Pamekasan.

“Memang ada 7 TKA yang saat ini bekerja di Pamekasan. Mereka bekerja di salah satu perusahaan telepon seluler dan bekerja di salah satu perusahaan es krim. Semua TKA tersebut, dalam pengawasan tim pengawas Disnakertrans Jawa Timur,” ungkapnya.

Reporter : Zubaidi
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.