Bupati Sumenep, A. Busyro Karim

Sumenep, (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur berencana membangun kawasan konservasi hewan khas masyarakat setempat.

Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, mengatakan, pihaknya berkeinginan membuat konservasi hewan yang menjadi identitas daerah Sumenep dalam rangka menjaga kelestarian populasinya, agar tidak punah.

Sebab, saat ini populasi sejumlah jenis hewan yang identik dengan Sumenep sudah mulai berkurang, semisal Kucing Raas atau yang terkenal dengan Kucing Busok.

“Berdasarkan data yang masuk ke kami, ternyata jumlah kucing Busok atau kucing Raas saat ini hanya sekitar 100 ekor yang ada di Kecamatan (pulau) Raas, karena sudah banyak berada di luar daerah,” ujar Busyro, Senin (30/4/2018) pagi.

Bupati menyatakan, pembangunan konservasi hewan itu tidak hanya untuk jenis kucing Busok saja, melainkan juga hewan lainnya seperti Ayam Bekisar yang ada di Pulau Kangean (Kecamatan Arjasa) dan jenis hewan lainnya di Kecamatan lain.

“Saya bersama Wakil Bupati Achmad Fauzi telah berkomunikasi dengan Ibu Yulia Susanti dari Cat Fancy Indonesia untuk mengkonservasi jenis-jenis hewan demi menjaga populasinya,” imbuhnya.

Ia mengakui, dengan adanya konservasi hewan yang termasuk identitas daerah Sumenep, bisa membangun kesadaran masyarakat untuk aktif menjaga dan melindungi hewan-hewan itu.

“Kami rencanakan kawasan konservasi itu berada di salah satu destinasi wisata atau tempat yang layak untuk konservasi hewan. Yang jelas kami mengajak masyarakat Sumenep guna bersama-sama menjaga dan melestarikan semua potensi yang ada di Kabupaten Sumenep,” tuturnya.

Sebelumnya Kucing ‘Busok ‘ asli Raas menjadi primadona pada even Kontes Kucing Internasional yang diselenggarakan Pemkab Sumenep, Sabtu (14/4/2018), bertempat di Graha Adipoday Sumenep, Jalan Trunojoyo.

Dari 100 lebih kucing yang ikut serta pada even tersebut, 30 persen diantaranya merupakan kucing ‘Busok’ yang menjadi kebanggaan masyarakat Raas, Sumenep. Kontes bertajuk “ Indonesia Bred and Raas Catshow” ini merupakan rangkaian even Visit Sumenep 2018.

Kontes kucing internasional yang pertama kali dilakukan oleh pemerintah daerah Sumenep mendatangkan juri dari luar negeri, yakni Lesley Morgan dari Tasmania dan Awaludin Jaafar dari Malaysia.

“Saya bangga sekali, karena ini merupakan cita-cita kami selama 10 tahun. Saya bangga dengan sambutan masyarakat Sumenep. Ini kebanggaan Sumenep khususnya masyarakat Raas,” kata Yulia Susanti dari Perhimpunan Kucing Ras Indonesia ( Cat Fancy Indonesia).

Pihaknya mengaku sudah 10 tahun melakukan observasi dan riset serta mempunyai keinginan besar untuk membawa kucing ‘Busok ‘ asli Raas go internasional. 

“Alhamdulillah, hari ini tercapai. Saya bangga sekali,” katanya di Sumenep.

Ia yang juga sebagai panitia even tersebut menyebutkan, dari 100 lebih kucing yang ikut kontes, 30 persen diantaranya kucing ‘Busok ‘. 

“Jadi, kucing ‘Busok’ akan kita bawa terus ketingkat internasional agar tidak hanya Bali dan Sumenep go internasional, tapi masyarakat Raas harus go internasional,” ujarnya dengan nada bangga.

Selain bangga, ia juga sedih dengan populasi kucing ‘Busok ‘ yang sudah nyaris punah. Untuk itu, ia berharap, masyarakat Raas menjaga dan terus memelihara. 

“Jangan sampai kucing ‘Busok ‘ itu dibawa keluar daerah. Silahkan kembangan dan dijaga keberadaannya di daerah asalnya,” tegasnya.

Kontes kucing Internasional yang diselenggarakan bersama Pemerintah Daerah Sumenep dan Cat Fancy Indonesia tersebut disebutkan merupakan sejarah pertama kalinya mengangkat kucing ‘Busok’. 

“Busok adalah asli Indonesia asal Raas. Kita bangga dan menjadi primadona masyarakat Indonesia,” tandasnya.

Reporter : Rosy
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.