NOMOR SATU: Berbaur saat menghadiri Istighosah Akbar Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Islah Jambringin Proppo, Pamekasan, Kamis (26/4).

Pamekasan, (Media Madura) – Deklarasi dukungan terhadap paslon Badrut Tamam-Raja’e (Berbaur) sebagai bupati-wakil bupati Pamekasan semakin gencar dilakukan menjelang Pilkada Juni mendatang.

Terbaru, dukungan digelorakan ribuan masyarakat dari berbagai elemen saat Istighosah Akbar Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Islah Jambringin Proppo, Pamekasan, di lapangan Lo-Oloh, Desa Rang Perang Daya, Kecamatan Proppo, Kamis (26/4).

Acara tersebut turut dihadiri paslon Berbaur, Pengasuh Ponpes Sidogiri Pasuruan, dan sejumlah kiai yang ada di Pamekasan.

Baddrut sapaan akrab Baddrut Tamam menyebut istighosah dan deklarasi dukungan ini merupakan keinginan dan harapan dari masyarakat serta para masyayikh agar nantinya Pamekasan dipimpin oleh seseorang yang bisa membangun bumi Gerbang Salam lebih baik.

“Ini adalah suatu harapan dari masyarakat serta para kiai agar nantinya Pamekasan dipimpin oleh orang yang jujur serta menyatu dengan masyarakat,” kata Badrut Tamam dalam sambutannya, Kamis (26/4).

Paslon Berbaur mempunyai komitmen agar nantinya pembangunan dan ekonomi masyarakat Pamekasan ke depan akan semakin baik, merata, dan berkeadilan.

Hal itu ditunjukkan dengan 17 program prioritas yang disung pada Pilkada 2018. Salah satunya, dengan cara memberikan beasiswa kepada santri serta masyarakat yang kurang mampu di bumi Gerbang Salam.

“Bukan hanya itu saja, kami juga akan memberikan asumsi Rp 500-1 miliar per tahun untuk masyarakat yang ada di desa,” imbuhnya.

Komitmen Berbaur lainnya, jika diberi kepercayaan oleh masyarakat serta ditakdirkan untuk memimpin Pamekasan. Mereka akan menghilangkan kebiasaan masyarakat yang meminta amal untuk membangun masjid.

“Di tahun-tahun yang akan datang tidak ada lagi masyarakat membangun masjid meminta amal di pinggir jalan. Serta kita akan mendorong Madrasah Diniyah dan guru-guru ngaji lebih makmur dan sejahtera,” ungkapnya tegas.

Dia menambahkan, bahwa jabatan bupati adalah sebagai alat perjuangan bukan tujuan. Karena kalau jabatan bupati ini dijadikan tujuan maka mereka setelah jadi akan lupa pada rakyat yang telah mendukungnya.

“Saya beserta Pak Raja’e menjadikan jabatan bupati sebagai wasilah dan alat perjuangan untuk merubah nasib masyarakat bawah agar sejahtera dan makmur,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.