Sampang, (Media Madura) – Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur di wilayah hukum Sampang, Madura, Jawa Timur, nampaknya masih kerap ditemui. Baru-baru ini, Polres Sampang masih mengejar pelaku pencabulan Saman (50), di Desa Bire Timur, Kecamatan Sokobanah.

Terbaru, polisi kembali menangani maraknya kasus pencabulan anak. Pertama kasus di Desa Gulbung Kecamatan Pangarengan, yang terjadi pada tahun 2016 lalu. Kedua, di Desa Banyusokah Kecamatan Ketapang, kejadian pada Rabu 4 April 2018 kemarin.

Dari dua kasus itu berhasil menangkap pelaku Ansori (27) warga Pangarengan dan H (15) warga Ketapang.

Korban adalah inisial F (15) warga Pangarengan dan IY (15) warga Ketapang.

“Mereka diamankan kasus pencabulan anak di bawah umur dari wilayah dan waktu kejadian yang berbeda,” terang Kapolres Sampang, AKBP Budhi Wardiman, Rabu (25/4).

Menurut Budhi, motif para tersangka nekat melakukan perbuatan tak senonoh itu karena nafsu kepada korbannya. Berbagai cara dilakukan oleh pelaku mulai dari memaksa korban dengan kekerasan serta menyetubuhi korban dengan menarik dan membawanya ke kebun belakang rumah korban.

“Kasus ini terungkap setelah keluarga korban melapor ke polisi, untuk pelaku H ngaku sudah pacaran 20 hari sama korban IY, dilakukan pencabulan saat korban dibawa ke rumah pelaku,” ujarnya.

Dirinya menuturkan, peran orangtua dalam mengawasi anak perlu ditingkatkan agar kejadian yang tidak diinginkan bisa terhindari. Termasuk menjaga cara berpakaian anak yang perlu diperhatikan.

Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku pencabulan. Tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.