Pemisahan Adeni dengan PDAM Pamekasan Molor, DPRD Kritisi Eksekutif

Direktur PDAM Pamekasan, Agoes Bachtiar (dok/MM)

Pamekasan, (Media Madura) – Usulan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan untuk memisahkan Manajemen Perusahaan Air Mineral Adeni dengan aset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat belum menemukan titik temu.

Menurut anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno, pemisahan antara Adeni dengan PDAM masih memerlukan peraturan baru. Hal tersebut berdasarkan pada penggabungan keduanya melalui Peraturan Daerah (Perda).

“Perdanya masih kita kaji lagi, karena awal penggabungan Adeni dengan PDAM berdasarkan Perda,” terangnya Jumat (20/4/2018).

Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga menambahkan kalau, pihak Legislatif akan langsung membahas perda baru apabila eksekutif sudah menyelesaikan pembahasan tentang pemisahan tersebut.

Seharusnya kajian tersebut sudah disampaikan kepada pihak legislatif, namun hingga saaat ini pihak eksekutif masih terkesan bungkam untuk melakukan kajian terkait usulan agar Adeni segera dipisahkan dari PDM.

“kami pihak DPRD sudah sepakat agar adeni dipisah dari PDAM, serta semua Fraksi sudah setuju, namun justru pihak eksekutif saja yang lelet untuk mengajukan usulan,” imbuhnya.

Harun menambahkan kalau upaya DPRD untuk memisahkan Adeni dengan PDAM selalu terkendala dua hal.

“Pertama, kita menunggu kajian pihak eksekutif. Kedua, karena Adeni dan PDAM ini memiliki dewan komisaris yang dijabat oleh bupati dan Sekretari Daerah, serta dewan Pengawas yang tak bisa langsung dieksekusi DPRD karena berbeda dengan jajaran eksekutif yang lain,” ungkapnya.

“Kami hanya bisa menekankan saja, beda dengan eksekutif yang lain, sejauh ini seharusnya pihak eksekutif sudah menyetorkan kajiannya, tapi sampai saat masih belum ada,” tambahnya.

Sementara itu Direktur PDAM Pamekasan, Agus Bachtiar mengatakan, kalau pihaknya sudah sangat siap apabila Adeni dipisah dari PDAM, hanya saja bahasan mengenai mengenai pemisahan tersbeut haruslah menggunakan kajian-kajian yang valid serta independen.

“saat ini kami sedang berusaha mengkaji langkah-langkahnya, kami juga sudah berusaha tidak hanya diam saja”, pungkasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.