Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timut Akhmad Sjaifuddin

Pamekasan, (Media Madura) – Kelompok seni ‘Macapat’ yang menjadi salah satu kekayaan budaya Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur belum mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Kabupaten Pamekasan, AKhmad Sjaifudin mengatakan, dari beberapa kelompok seni dan budaya di wilayah itu, hanya kelompok seni Macapat yang belum mendapat pelatihan dari pemerintah.

“Kami telah melakukan pelatihan terhadap sejumlah kelompok seni dan budaya, tetapi belum untuk seni Macapat, secara berkala akan terlaksana,” katanya, Kamis (12/4/2018).

Sebab menurutnya, instansinya saat ini masih fokus pada kelompok seni yang sudah mempunyai wadah dan terstruktur di masing-masing daerah.

Namun, pihaknya berjanji akan mengakomodir kesenian yang sudah tumbuh subur di kabupaten berslogan Gerbang Salam itu sejak terdahulu, tentunya dengan melakukan pembinaan tanpa melanggar peraturan.

“Yang bingung cara melakukan pembinaan ini, dengan tanpa melanggar aturan,” tambah Akhmad sapaan akrab Akhmad Sjaifuddin.

Mantan Kepala Dinus PU Pengairan itu menambahkan, kelompok seni seperti Macapat harus teregistrasi di Disparibud Pamekasan untuk mendapatkan pembinaan dari pemerintah. Jika tidak terdaftar di instansi tersebut pasti tidak akan pernah memperoleh pembinaan atau bantuan.

“Harus teregistrasi di kami kalau ingin mendapatkan pembinaan, kalau ada dana fasilitasi dari pusat melalui kami, sementara yang telah teregistrasi di kami hanya puluhan kecil saja,” pungkasnya

Membina kelompok seni dan budaya itu mengacu terhadap Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kemajuan Kebudayaan. Pada peraturan tersebut mengatur perlindungan dan pembinaan terhadap pelaku seni dan budaya.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.