Audiensi GMNI bersama warga Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu ke kantor DPRD Pamekasan, Kamis (22/3/2018)

Pamekasan, (Media Madura) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Pamekasan bersama warga Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu menggelar audiensi ke Kantor Komisi I DPRD setempat, Kamis (22/3/2018).

Ketua DPC GMNI Pamekasan Hasan Basri mengatakan, audiensi kali ini dalam rangka untuk mencari solusi terkait penggarapan tanah seluas 5 hektare yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab di desa tersebut.

“Tadi kami sudah berdiskusi dengan BPN serta DPRD Komisi I, Alhamdulillah mereka berjanji akan terus berkomitmen untuk terus mencari solusi tentang permasalahan ini. Tadi BPN juga meminta deatline waktu sampai pertengahan April untuk memproses serta memberikan hasilnya seperti apa,” terangnya.

Menurutnya, tanah seluas 5 hektare statusnya adalah milik negara yang pada tahun 1988 dimohonkan hak pakai oleh PT Wahyudi Jumiang dan berakhir sepuluh tahun kemudian. Namun pada tahun 2001 keluar sertifikat perorangan atas nama H. Syafie, anak, isteri serta keluarga yang lainnya dipecah menjadi tujuh orang.

“Kalau secara prosedural tidak mungkin tanah negara yang dimohonkan hak pakai atas nama PT Wahyu Jumiang kemudian menjadi hak milik atas nama pribadi. Makanya kami duga sertifikat tersebut telah cacat secara prosedural serta Undang-Undang yang ada,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan