Bangkalan, (Media Madura) – Kisah M Zaini Misrin TKI asal Desa Kebun Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, yang dihukum pancung oleh Pemerintah Arab Saudi. Menjadi salah satu pelajaran yang Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga kerja (disperinaker) Bangkalan Amina Rachmawati. Menurutnya peristiwa itu seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi warga Bangkalan yang memiliki niatan untul mencari lapangan pekerjaan di Luar Negeri.

“Ini sebuah pesan agar masyarakat berpikir ulang jika ingin menjadi TKI,” ucapnya, Selasa (20/04/2018).

Amina mengungkapkan, meski Kabupaten Bangkalan tergolong kabupaten minim industri, tetapi pihaknya selalu mensosialisasikan kepada masyarakat agar lebih menjadi wirausahawan atau tenaga ahli.

“Sudahlah, saya katakan pada orang-orang yang mendaftar dilowongan kerja yang kita buka, kita masig bisa kaya meski di rumah sendiri,” imbuhnya.

Selain itu, Amina mendorong para pemuda untuk ikut aktif ketika Disperinaker membuka balai latihan kerja.

“Anak muda itu ayo kita ada BLK, ada kelas otomotif, menjahit, las listrik, listrik, mebel dan komputer, ikuti agar kalian punya keahlian syukur bisa membuka lapangan kerja,” tuturnya.

Sejak 2014 hingga September 2017, sudah ada 3.344 pencaker yang melamar pekerjaan melalui Disperinaker Bangkalan.

Hingga Oktober Tahun Lalu ada 58 pekerja ditempatkan dalam negeri. Di luar negeri juga ada 58 pekerja. Total pencaker yang mendaftar di 2017 sebanyak 513 orang.

Untuk penempatan tenaga kerja di luar negeri pada 2014 pemerintah menempatkan 63 orang. Pada 2015 bertambah menjadi 66 pekerja. Selanjutnya di 2016 hanya menempatkan 35 pekerja.

Selain permasalahan penyaluran tenaga kerja di dalam negeri, masyarakat juga banyak yang bekerja menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI). Namun, tidak sedikit TKI yang berangkat tanpa mengantongi izin (ilegal). Buktinya, TKI yang legal di 2016 hanya 35 orang. Sementara pada 2017 hanya 58 TKI asal Bangkalan yang legal.

”Ada yang di Malaysia, Singapura, Hongkong, Korea, dan Taiwan. Yang ilegal lebih banyak,” terangnya Amina.

Reporter : Mukmin Faisal
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.