KPU Provinsi Jatim melantik anggota KPU Sampang Faidi Jauhari di Surabaya. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur, Choirul Anam menyatakan, tidak ada aturan yang dilanggar dalam pelantikan pergantian antar waktu (PAW) Komisioner KPU Sampang baru Faidi Jauhari, yang digelar KPU Jatim di Surabaya, Rabu (14/3/2018) kemarin.

“Jadi tidak ada aturan yang dilanggar KPU Jatim,” kata Anam dihubungi mediamadura.com, Kamis (15/3/2018) pagi.

Alasan itu, lanjut Anam, karena KPU Jatim hanya menjalankan perintah hasil konsultasi KPU RI dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP). Sehingga, pelantikan PAW tetap dilaksanakan meski dinilai cacat hukum.

“Kita sikapi lagi, yang jelas sudah melakukan perintah hasil konsultasi KPU dan DKPP,” singkatnya.

Informasi yang dirangkum mediamadura.com, pelantikan Faidi Jauhari menggantikan posisi Abdul Aziz Agus Priyanto, karena saat seleksi pendaftaran berada ditingkatan urutan bawah.

Saat itu, Abdul Aziz sebagai Komisioner KPU Sampang periode 2014-2019 dipecat karena terindikasi keterlibatan di partai politik.

Pemecatan Abdul Aziz berdasarkan Surat Keputusan KPU Provinsi Jatim Nomor 171/Kpts/KPU-Prov-014/2014 dan putusan DKPP Nomor 316/DKPP-PKE-III/2014.

Tak terima putusan pemberhentian tersebut Abdul Aziz melakukan upaya gugatan melalui tiga tingkatan yakni PTUN Surabaya, PT TUN, hingga putusam Kasasi Mahkamah Agung (MA).

Hasilnya, gugatan itu dimenangkan oleh penggugat/Abdul Aziz. Point putusannya adalah
mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya, menyatakan batal SK KPU Jatim, memerintahkan tergugat untuk mencabut SK KPU Jatim, dan mewajibkan tergugat untuk memulihkan hak penggugat dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya sebagai anggota KPU Sampang 2014-2019.

Sementara itu, Abdul Aziz Agus Priyanto mengatakan, pelantikan PAW yang dilakukan KPU Jatim dinilai cacat hukum. Pasalnya, hingga kini putusan MA yang sudah inkrah tersebut tidak dieksekusi oleh KPU Jatim.

“Ini sama halnya bagian dari tindakan contempt of court atau pelecehan terhadap dunia peradilan, maka itu selaku penggugat akan tetap melakukan upaya hukum,” terangnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.