Sumenep, (Media Madura) – Bantuan transport distribusi beras untuk keluarga sejahtera (rastra) dari Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur mulai disoal sejumlah pihak. 

Pasalnya, bantuan tersebut disinyalir tidak digunakan untuk peruntukannya. Itu berdasarkan hasil investigasi LSM Sumenep Independen (SI) terhadap sejumlah penerima manfaat rastra.

“Investigasi kami di lapangan, ternyata bantuan transport bisa dikatakan tidak difungsikan. Penerima manfaat yang malah memarani ke titik distribusi. Lalu, anggarannya kemana?,” ujar aktifis SI, Sahrul Gunawan.

Menurut informasi, setiap penyaluran rastra di Sumenep disediakan bantuan transport oleh pemkab dari titik distribusi ke penerima manfaat, yakni dari balai desa ke penerima.

“Sesuai dengan aturan rastra itu diberikan hingga ke penerima manfaat. Artinya, diantarkan kepada masyarakat karena sudah ada transportnya, tapi malah dijemput, ini sangat aneh,” ungkapnya.

Tetapi, Sahrul mengaku tidak mengerti dimana anggaran itu mengendap, pihaknya hanya menduga bantuan tersebut sudah disalurkan ke kepala desa, atau kecamatan atau pihak lainnya. 

“Sehingga kami masih mengggap bantuan ini misterius. Jadi, kami masih akan melakukan kordinasi dengan perekonomian (Bagian) untuk memastikan masalah ini,” katanya.

Sementara itu,  Asisten II Bidang Perekonomian Pemkab Sumebnep, Hery Kuntjoro Pribadi mengaku pihaknya tifak mengetahui masalah tersebut. Sebab, laporan yang diterima pihaknya setiap bulan sudah sesuai aturan. 

“Teknis di lapangam seperti apa kami tidak mengetahui, yang kami tahu administrasi yang maduk ke kami sudah sesuai,” akunya.

Kata Heri, memang seharusnya, setiap rastra yang disalurkan harus sampai ke penerima manfaat. Bulog menyalurkan ke titik distribusi, sementara dari desa disalurkan ke penerima manfaat. 

“Yang dari titik distribusi di desa ke penerima manfaat sudah ada bantuan transport, jadi seharusnya sampai ke penerima manfaat tanpa biaya lagi,” tuturnnya membenarkan soal bantuan tersebut. 

Untuk itu, jika memang bantuan tersebut tidak digunakan, maka pihaknya meminta penerima manfaat melapor ke Pemkab agar dapat ditindak lanjuti. 

“Silahkan penerima manfaat melapor ke kami, agar kami dapat mengkroscek kembali, apakah memang bantuan transport disalahgunakan atau hanya mis komunikasi,” pungkasnya.

Reporter : Rosy
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.