mesin pompa air di Sampang.

Sampang, (Media Madura) – Keberadaan pembangunan instalasi pompa air untuk mengatasi bencana banjir yang melanda di Kabupaten Sampang nampaknya mubazhir.

Sebab, pembangunan pompa air di lima titik sungai Kali Kamoning yang dianggarkan Rp 50 miliar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tak bisa mengatasi banjir. Karena banjir akibat luapan sungai masih merendam ratusan rumah warga.

“Percuma meski pemerintah membangun pompa air, buktinya banjir masih melanda di Kota Sampang,” ucap Ahmad Ripto Ketua RT 5 RW 6 di Jalan Sejahtera Kelurahan Rongtengah Kota Sampang, Senin (12/3/2018).

Menurutnya, sebagai warga terdampak banjir diharapkan pembangunan instalasi pompa air banjir bisa difungsikan. Jika tidak sama halnya bantuan pemerintah tersebut tidak bermanfaat bagi warga Sampang.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Sampang, Tony Moerdiwanto mengatakan sejauh ini pihak Provinsi Jatim kurang proaktif terhadap persoalan tersebut. Dari lima titik pompa banjir itu, ada beberapa titik di antaranya harus ditender ulang.

“Semuanya ada lima titik, tapi ada tiga titik yang belum bisa difungsikan, sedangkan yang sudah bisa difungsikan itu di titik Jalan Teratai Kelurahan Dalpenang dan Desa Panggung Kecamatan Kota (pompa dag bukor),” ungkapnya.

Terpisah, Kabid Pengelolaan Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang Zaiful Muqaddas, membenarkan ada tiga titik instalasi pompa banjir di Sampang saat ini belum bisa digunakan lantaran kontraktornya telah diputus kontrak setelah pekerjaannya melebihi waktu yang ditentukan.

“Dua titik lainnya sudah bisa digunakan hanya tenaga operasional itu belum ada, tapi informasi sementara ini kemungkinan dalam satu atau dua minggu kedepan bisa dilakukan proses lelang kembali karena data lelang sudah diserahkan ke panitia lelang,” tuturnya.

Sekedar diketahui, banjir melanda tiga kelurahan dan tujuh desa di Kota Sampang dengan ketinggian air 1 meter sejak Senin (12/3/2018) pagi. Akibat meluapnya sungai kali Kamuning menyebabkan ratusan rumah warga dan fasilitas umum terendam banjir.

Tiga Kelurahan itu diantaranya Kelurahan Dalpenang, Rongtengah, dan Gunung Sekar. Sedangkan, tujuh Desa yaitu Pangelen, Banyumas, Kamuning, Tanggumong, Pasean, Panggung, dan Gunung Maddah.

Tak hanya itu, banjir membuat jalur lalu lintas di Kota Sampang lumpuh total. Jalur menuju Kecamatan Omben juga terputus. Polisi mengalihkan jalur alternatif menuju Kota Pamekesan dan Surabaya di Jalan Syamsul Arifin Sampang.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan