Ismail

Pamekasan, (Media Madura) – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail mempertanyakan kelanjutan pembangunan kota pintar atau smart city yang digagas pemerintah daerah setempat.

Dijelaskan, gagasan smary city sangat membantu terhadap perkembangan kabupaten Pamekasan, maka dari itu ia akan segera menindaklanjuti masalah tersebut.

“Tujuan kami hanya ingin mengetahui seberapa jauh kesiapan Diskominfo melaksanakan program tersebut. Sebab, program Kota Pintar adalah rencana strategis daerah,” katanya, Selasa (6/2/2018).

Dengan program itu, tambah politikus muda Partai Demokrat itu, pemerintah bisa memangkas anggaran rutin. Karena semua sistem akan tersambung ke server.

“Program ini harus segera dirasakan oleh masyarakat,” ujar Ismail.

Pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan menanyakan progres dari kegiatan tersebut. Sebab, dia tidak ingin program tersebut dilaksanakan ala kadarnya.

“Semua persiapan termasuk pelaksanaan perlu terus diawasi. Nanti kami akan tanyakan apa saja kendalanya. Biar mereka (diskominfo) bekerja dengan serius,” urai Ismail.

Sementara, Kasi Sistem Informasi Manajemen Informatika Diskominfo Pamekasan Frita Prasetya Rini memaparkan, perencanaan smart city sudah dimatangkan tahun lalu. Namun sayangnya institusinya saat ini masih mempunyai kendala yakni anggaran, perencanaan, dan sumber daya manusia (SDM).

”Kenapa semua pengadaan kita cancel tahun lalu? Karena kita ingin menitikberatkan semua program tahun ini,” ucap Frita.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan