Ilustrasi masyarakat miskin

Pamekasan, (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyatakan saat ini ada 480 ribu jiwa warga miskin yang tersebar di 13 kecamatan, penyumbang terbanyak Kecamatan Proppo.

Dikatakan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Syaiful Anam, data tersebut berdasarkan basis data terpadu (BDT).

”BDT adalah basis atau daya yang ditetapkan oleh kementerian melalui pusat data dan informasi (pusdatin). Terakhir 2015 PDT dimutakhirkan bersama BPS,” katanya, Kamis (22/2/2018).

Rinciannya tambah Syaiful, berdasarkan kartu keluarga (KK) terdapat 137.420. Ratusan ribu keluarga itu tersebar di 189 desa di 13 kecamatan. Paling banyak terdapat di Kecamatan Proppo hingga sekitar 20 persen.

“Jumlah tersebut diambil dari semua klaster kemiskinan. Seperti sangat miskin, keluarga miskin, dan rentan miskin,” tambahnya.

Diakuinya, pengentasan kemiskinan sampai saat ini belum tuntas sehingga Pemkab Pamekasan masih punya pekerjaan rumah (PR) untuk meningkatkan kesejahteraan ratusan ribu keluarga.

Kriteria kemiskinan mengacu pada aturan Kemensos. Mulai dari tempat tinggal, pendapatan, pemenuhan konsumsi, dan sebagainya. Kemiskinan itu disebabkan ketidakberdayaan mereka untuk memenuhi daya beli. Juga, karena faktor SDM atau pendidikan.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.