Korban keracunan massal akibat suntikan vaksin difteri terus bertambah

Pamekasan, (Media Madura) – Penyuntikan vaksin difteri yang dilakukan pihak Puskesmas Kadur di Pondok Pesantren Al Falah Sumber Gayam, Desa Kadur, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur dilakukan di luar jadwal yang sudah ditetapkan.

Pengurus Pesantren Al Falah Sumber Gayam Hanifus Zayyad mengatakan, jadwal sebenarnya penyuntikan vaksin difteri terhadap siswanya masih akan dilakukan, Senin (12/2/2018) besok.

“Tiba-tiba penyuntikan dilakukan Sabtu kemarin,” katanya.

Bahkan, kedatangan pihak Puskesmas ke lembangannya pun terbilang dadakan. “Tanpa ada pemberitahuan sebelumnya,” ungkap Hanifus Zayyad.

Diduga kuat terjadinya keracunan massal yang dialami puluhan siswanya itu setelah disuntik vaksin difteri. Menurutnya, siswa yang menjadi korban terus bertambah menjadi 60 orang.

Sementara ini, puluhan korban yang mengalami mual dan kejang-kejang dilarikan ke Puskesmas Tentenan, Puskesmas Kadur, dan RSUD. Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan.

Penuturan salah satu keluarga korban yang enggan disebutkan namanya mengaku kaget mendengar informasi siswa Al Falah mengalami keracunan massal. Apalagi, yang menjadi korban adik kandung sendiri yang masih duduk di bangku kelas 2.

“Tadi malam saya tiba-tiba ditelepon oleh keluarga, ternyata adik saya yang sekolah di sana kelas 2 SMP sakit, setelah itu dirujuk ke Puskesmas. Setelah saya tanya ternyata adik saya sebelumya disuntik vaksin difteri di sekolahnya itu,” ujaranya.

Dirinya juga sangat menyanyangkan dengan adanya kejadian seperti ini. Menurutnya, kejadian ini harus dijadikan pelajaran agar tidak menimpa siswa di lembaga pendidikan lainnya.

“Niatnya kan disuntik seperti itu biar terhindar dari penyakit, eh ini malah sebaliknya, tuturnya.

Di tempat terpisah, Kepala Puskesmas Kadur mengatakan, bahwa dirinya saat ini masih belum bisa memberikan keterangan detail mengenai kejadian tersebut. Termasuk, jadwal penyuntikan yang dilakukan secara dadakan di Al Falah.

“Mohon maaf belum bisa memberi keterangan, masih melayani pasien,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.