Korban Vaksin Difteri saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Kadur

Pamekasan, (Media Madura) – Sebanyak 30 Santri Pondok Pesantren Al-Falah Sumber Gayam, Kadur, Kabupaten Pamekasan, pingsan setelah disuntik difteri oleh petugas dari Puskesmas Setempat.

Puluhan santri yang pingsan tersebut harus dilarikan ke Puskesmas, baik Puskesmad Kadur, Larangan, Talang dan ada yang dirujuk ke RSUD Slamet Martodirdjo Pamekasan untuk mendapatkan penanganan medis.

Salah satu pengurus Ponpes Al-Falah Sumber Gayam Khoirus Soleh kepada media ini menuturkan, setelah disuntik vaksin difteri oleh petugas medis dari Puskesmas, para santri mengaku pusing dan bahkan tubuhnya panas.

“Setelah itu malah pingsan fan harus dilarikan ke Puskesmas,” katanya.

Dikatakan, sebagian santri yang telah berada di Puskesmas Kadur, dijemput oleh orang tuanya untuk dirawat di Puskesmas terdekat dari rumah santri itu berasal.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Ali Maksum menuturkan, kejadian tersebut termasuk peristiwa luar biasa dan saat ini telah ditangani oleh petugas medis di Puskesmas di mana santri itu dirawat.

Dikatakan, banyaknya santri yang pingsan setelah disuntik vaksin difteri itu dimungkinkan akibat trauma psikologis. Sebab, setelah dilakukan observasi, hampir semua santri yang dirawat kondisinya bagus.

“Tensinya bagus, suhunya bagus, kesadaran umumnya bagus. Karena trauma psikologis itu mungkin temannya banyak yang pingsan akhirnya yang lain trauma,” paparnya.

Ali Maksum juga menuturkan, suntik Vaksin Difteri tersebut masuk dalam rangkaian program Outbreak Response Immunization (ORI) dengan sasaran balita hingga anak berusia 19 tahun.

Kejadian terhadap santri di Kadur itu masuk kategori kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Pihaknya menggratiskan seluruh biaya perawatan santri selama dirawat di Puskesmas maupun di rumah sakit.

Penulis : Ist
Editot : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.