D. Zawawi Imron melihat lukisan karya almarhum, Budi, Selasa.

Sampang, (Media Madura) – Meninggalnya Ahmad Budi Cahyanto, korban penganiayaan oleh muridnya pada Kamis (1/2/2018) kemarin, memberi perhatian bagi sejumlah tokoh nasional, termasuk Budayawan Nasional D. Zawawi Imron.

Zawawi menyambangi rumah almarhum Budi, guru kesenian SMAN 1 Torjun, di Dusun Pliyang, Desa Tanggumong, Kota Sampang. Dia mengaku berduka atas meninggalnya Budi. Di balik peristiwa ini pasti terkandung hikmah yang besar.

“Kita sebagai kaum seniman dan kaum budaya termasuk rakyat Sampang berduka yang mendalam, semoga nantinya diberi bibit-bibit unggul seniman dari Sampang juga,” kata Zawawi kepada wartawan, Selasa (6/2/2018).

Budayawan asal Sumenep, Madura, ini sempat membacakan sekelumit petikan puisi tentang Budi.

Seorang guru telah dibunuh oleh muridnya.

Dunia pendidikan digenangi darah dan airmata.

Guru bukan cuma pahlawan tanpa tanda jasa.

Guru telah berjasa dan harus diberi tanda jasa.

Tanpa guru alam ini akan gelap gulita.

Meskipun ada bulan dan matahari.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.