Bangkalan, (Media Madura) – Selasa siang, 24 Januari 2017, selepas duhur, terjadi penganiayaan di Desa Bilaporah Barat, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan.

Korbannya, bernama Muhammad Sirin,35 tahun, saat ini dirawat di RSUD Syamrabu, Junok. Pelakunya belum diketahui, namun informasi dari polisi menyebut pelakunya tetangga korban sendiri. Motif penganiayaan masalah perselingkuhan.

Selasa siang, Media Madura mendatangi TKP. Akses termudah lewat gang Kampung Lengguleng, Desa Keleyan. Sekitar 1 kilometer ke dalam. Jalan berkelok.

Penganiayaan terjadi di rumah korban. Yang aneh, plafon rumah juga dirusak. Hampir semua jebol, pecahan asbes berserakan di lantai.

Ada setumpuk bambu di halaman, diduga digunakan pelaku untuk merusak plafon. Melihat kerusakan rumah, pelaku lebih dari dari satu orang. Korban Sirin di keroyok.

“Rumah pelaku, sekitar 50 meter dari TKP, namun kabur, belum ditangkap,” kata seorang polisi.

Abdullah, bukan nama sebenarnya, warga sekitar menuturkan penganiayaan itu dilatarik perselingkungan korban dengan istri pelaku sebut saja MM, Perselingkuhan itu dipergoki sendiri oleh MM di rumahnya selasa malam.

“Tapi gak langsung dieksekusi, dibiarkan dulu,” kata dia.

Melihat kejadian itu, MM diduga memberitahu keluarganya. Rembugan keluarga diduga menyepakati untuk menghabisi Sirin dan penyerangan dilaksanakan Rabu siang saat Sirin berada di rumahnya.

Kalah jumlah, Sirin lantas lari ke dalam rumah dan sembunyi di plafon. Sebab itulah, para pelaku mengambil bambu dan menjebol semua plafon dengan harapan korban turun.

Namun upaya itu tak berhasil, Sirin tetap bertahan dengan kondisi terluka. Para pelaku kemudian meninggalkan lokasi.

Mendengar informasi penganiyaan itu, Kapolsel Socah AKP Sulaiman dan anggota langsung mencari TKP, namun mereka sempat tersesat ke jalan rambutan, sedangkan TKP di jalan Pesalakan. Tak lama datang tim Buser Polres Bangkalan ke TKP memberi bantuan.

“Polsek dan buser yang nurunin korban, mereka naik tangga, menjebol atap dan evakuasi korban dari plafon, lalu dibawa ke rumah sakit,” tutur Abdullah.

Benarkah cerita Abdullah ini, Media Madura mencoba konfirmasi ke Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Jenni Al-jauza yang ditemui di TKP namun dia menolak berkomentar.

“Langsung ke Kapolres saja, ada ‘rambu-rambu’ jangan dilanggar, keliru saya nanti,” kata dia.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.