Sumenep, (Media Madura) – Penarikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) oleh pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur selama beberapa tahun terakhir jauh dibawah taget yang dicanangkan.

Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sumenep, Imam Sukandi mengatakan, pendapatan di sektor pajak selalu jauh target, pada tahun 2017 saja, hanya pada kisaran Rp 1,9 miliar, padahal targetnya sebesar Rp 5 miliar.

Oleh sebab itu, pihaknya akan membentuk petugas khusus penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada tahun 2018 ini. 

Pasalnya, realisasi PBB tahun 2017 tidak maksimal karena penagihan PBB hanya dilakukan oleh perangkat desa setempat.

“Untuk memaksimalkan realisasi PBB, tahun ini kami akan membentuk petugas khusus yang akan melakukan penagihan ke wajib pajak,” ujarnya, Senin (8/1/2018).

Diharapkan, kata Imam, dengan merekrut petugas khusus pembayaran PBB, penarikan dari wajib pajak akanlebih maksimal, karena petugas akan fokus melakukan penagihan terhadap wajib pajak di masing-masing desa.

“Salah satu kendala di bawah, perangkat desa yang melakukan penagihan kepada wajib pajak sulit bertemu, sedangkan untuk mendatangi kembali, aparat desa itu sibuk dengan tugasnya sebagai perangkat desa,” paparnya.

Menururnya, petugas khusus penagihan PBB nanti akan disebar ke 332 desa, dan setiap petugas akan mendapat dana intensif. Meski sampai saat ini rencana tersebut belum dianggarkan di APBD 2018.

“Sesuai dengan jumlah desa, petugas khusus itu diperkirakan membutuhkan minimal 60 orang, mereka nanti akan fokus pada tugasnya sebagai penagih pajak,” tutupnya.

Reporter : Rosy
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.