Ketua DPD PAN Sampang Moh Yanto (berkacamata) dan Sekretaris PAN Nasafi (kemeja biru) saat melapor ke SPKT Polres Sampang, Rabu (3/1/2018) malam. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang, Madura, Jawa Timur, masih terus melakukan penyelidikan kasus dugaan pencemaran nama baik dalam Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang dilaporkan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Sampang Moh Yanto kepada Yuzak Ali Sahbana warga Kabupaten Sampang.

“Masih penyelidikan karena baru menerima laporan itu,” kata Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto, Jumat (5/1/2018).

Hery mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar, menuturkan pihaknya masih akan fokus terhadap pemeriksaan sejumlah saksi yang berkaitan dengan pelaporan kader PAN, Moh Yanto.

“Kami nanti masih mau memeriksa saksi pelapor dan terlapor untuk mendalami kasusnya, kita juga akan mengamankan hp sebagai barang bukti yang ada obrolan tentang perkara tersebut,” jelasnya.

Dijelaskan Hery, unsur pidana kasus itu merujuk pada pasal 27 ayat 3 UU ITE. Pasal tersebut menyatakan bahwa seseorang yang dengan sengaja mendistribusikan, mentransmisikan, dan dapat diakses penghinaan atau pencemaran nama baik menggunakan media elektronik.

“Tapi kita tunggu hasil penyelidikan ini,” terangnya.

Terpisah, terlapor Yuzak Ali Sahbana, menyatakan awal tudingan visi politik partai pelapor seperti PKI itu bermula dari obrolan diskusi di grup WhatsApp (WA) Analisis Pilkada Sampang pada Rabu (3/1/2018) siang. Sebab, dirinya menanggapi statment Moh Yanto yang berpandangan politik harus tahu dan kenal dengan 3B yaitu Bui, Buang, dan Bunuh.

“Saya tidak bilang bahwa pak Yanto adalah PKI, tapi ini mengkritisi statmen pandangan politiknya, karena jelas tujuan politik mewujudkan kebaikan universal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” akuinya.

Sebelumnya, Ketua DPD PAN Sampang Moh Yanto dan Sekretaris Nasafi melaporkan Yuzak kepada polisi, Rabu (3/1/2018) malam pukul 17.45 WIB kemarin.

Mereka tak terima lantaran partainya disebut dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) karena dinilai telah mencemarkan nama baik partai berlambang matahari putih. Pesan itu tertulis ‘Hati-hati dengan pak yanto ketua PARTAI PAN karena visi politiknya pak yanto seperti PKI’.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.