Rabu, Oktober 5, 2022

Polisi Kantongi Sketsa Wajah Pelaku Pembunuhan Idris

Must read

- Advertisement -

Sampang, (Media Madura) – Puluhan kiai dan ulama lintas daerah mendatangi Polres Sampang di Jalan Jamaludin Kota Sampang, Kamis (4/1/2018) pagi pukul 10.00 WIB. Kiai dan ulama itu merupakan gabungan dari Kabupaten Pamekasan, Surabaya.

Mereka meminta agar polisi segera mengungkap pelaku pembunuhan terhadap Idris (64) warga Dusun Timur Sungai, Desa Nagesareh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang tewas dibunuh di rumahnya oleh orang tak dikenal pada Rabu (27/12/2017) kemarin.

“Kedatangan kami ingin memberikan dukungan moral agar polisi secepatnya mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan seorang Kiai di Banyuates (Idris-red), jangan sampai lambat menanganinya,” kata KH Ainur Rofik perwakilan kiai dan ulama ditemui di Mapolres Sampang, Kamis (4/1/2018).

Dikatakan Ainur, peristiwa pembunuhan itu sudah ditangani penyidik Polres Sampang. Namun pelaku hingga kini masih misterius. Maka itu, dirinya meminta kasus penganiayaan berujung korban jiwa ini segera diungkap dengan tuntas.

“Sebenarnya polisi sudah menemukan sidik jari dan petunjuk-petunjuk lain, pelaku harus ditangkap termasuk dalang dibalik pembunuhan ini,” tegasnya.

Menyikapi itu, Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar, berjanji akan segera mengungkap tuntas kasus pembunuhan Idris. Penyidik saat ini sudah mengantongi sketsa wajah terduga pelaku.

Tapi, lanjut Tofik, menurut keluarga korban, sketsa wajah terduga pelaku masih kurang cocok sehingga direncanakan mendatangkan tim ahli dan IT dari Polda Jatim.

“Sketsa wajah terduga pelaku saat diperlihatkan kepada keluarga korban belum pas, kita akan datangkan ahlinya nanti,” terangnya.

Kapolres Sampang, menyatakan barang bukti yang berhasil diamankan seperti gelas yang dijadikan wadah minum pelaku dan korban, pakaian korban, dan lainnya. Pasalnya, sebelum peristiwa itu terjadi korban tengah menerima dua orang tamu yang tidak dikenal di rumahnya pada pukul 19.00 WIB.

Berselang waktu sekitar tiga jam, korban ditemukan tewas berlumuran darah dengan luka gorok di leher akibat senjata tajam.

Idris pertama kali ditemukan tewas oleh istrinya, Mutiah (50) dan anaknya, Abd Kholik (35) di teras depan rumahnya.

Tak hanya itu, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi dari pihak keluarga korban, maupun tokoh masyarakat.

“Kami tetap berupaya semaksimal mungkin seperti mendapatkan sketsa wajah dan tidak akan patah semangat agar kasus ini segera terungkap, kehatian-hatian dalam melangkah selalu dipikirkan kita karena mendakwa seseorang dengan pasal harus sesuai,” jelasnya.

Dari kabar yang beredar di masyarakat, tewasnya korban karena tidak bersedia menjual lahan miliknya dalam pembangunan Waduk Nipah. Kendati demikian, polisi masih akan mengungkap motif pembunuhan tersebut.

“Semuanya isu-isu itu masih kami dalami, sebenarnya motif pembunuhan ini muncul pada saat pemeriksaan saksi, tapi kami telusuri secara detil, tunggu saja,” tegas Tofik.

Dirinya menambahkan, pihaknya berterima kasih kedatangan puluhan kiai dan ulama tersebut dalam mensupport kinerja penegak hukum di Sampang. Karena, jika tidak segera terungkap masyarakat akan resah.

“Hal ini menjadi positif karena mereka memberikan dukungan penuh kepada kami,” tutupnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest article