Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang, Madura, Jawa Timur, belum berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap korban Idris (64), yang tewas di gorok di depan rumahnya Dusun Timur Sungai, Desa Nagesareh, Kecamatan Banyuates, pada Rabu (27/12/2017) sekitar pukul 21.30 WIB kemarin. Pelaku hingga kini masih misterius.
“Masih belum, kami bersama anggota masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku,” terang Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar dibalik pesan singkatnya, Selasa (2/1/2018).
Kapolres Sampang, mengatakan pihaknya dalam melakukan penyelidikan sudah meminta keterangan terhadap sejumlah saksi yang mengarah kepada pelaku.
Penyidik juga mencari alat yang digunakan pelaku dan mengungkap motif dibalik pembunuhan tersebut.
“Kami belum berfikir kesana apakah pelaku dari orang terdekat atau bayaran dan jumlah pelakunya, kita tunggu nanti,” tuturnya.
Tewasnya Idris (64), pertama kali ditemukan oleh istrinya, Mutiah (50) dan anaknya, Abd Kholik (35) di teras depan rumahnya.
Sebelum peristiwa itu terjadi korban tengah menerima dua orang tamu yang tidak dikenal di rumahnya di Desa Nagesareh pada pukul 19.00 WIB.
Berselang waktu sekitar tiga jam, korban ditemukan tewas berlumuran darah dengan luka gorok di leher akibat senjata tajam.
Kasus pembunuhan itu menggemparkan masyarakat di Pulau Madura. Pasalnya, korban dikenal sebagai sosok tokoh di daerahnya dan harus tewas dianiaya oleh orang tak dikenal. Ada yang menyebut korban adalah kiai, serta guru ngaji.
Kapolres Sampang sebelumnya menegaskan bahwa korban merupakan warga biasa yang diketahui sebagai petani. Hal itu berdasarkan keterangan anak korban, Abd Kholik (35) ayahnya bukan tokoh agama seperti Kiai, karena tidak mempunyai lembaga pendidikan, termasuk sebutan guru ngaji.
“Tapi banyak masyarakat sekitar menilai korban adalah dukun. Karena selama ini sering menerima tamu untuk diberikan pengobatan,” ungkapnya.
Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol


