Kepala Disnakertrans Sumenep, Moh Fadhilah

Sumenep, (Media Madura) – Dinas Tenaga Kerhlja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumebep, Madura, Jawa Timur merilis, 80 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kembali dideportasi dari Malaysia dan Arab Saudi baru-baru ini.

Sebagian besar mereka yang dideportasi ini menyangkut persoalan keimigrasian dan saat ini sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. 

Kadisnakertrans Sumenep, Moh Fadhilah mengatakan, dari jumlah TKI yang dipulangkan tersebut, 90 persen merupakan warga kepulauan dan 20 persen warga daratan Sumenep.

Saat ini, masih banyak TKI asal Sumenep yang sedang menjalani hukuman karena mereka tidak mengantongi surat ijin tinggal dan kerja, tetapi sebagian hanya memiliki surat paket wisata.

“Banyak dari TKI ilegal itu tidak mengantongi surat apapun, sehingga mereka ditangkap dan dipenjara. Nah, setelah keluar baru kemudian dideportasi ke Indonesia,” katanya.

Fadhilah menjelaskan, persoalan TKI ilegal dari Sumenep memang bukan hanya terjadi pada saat atau tahun ini saja, tetapi sudah lama berlangsung. 

Para pekerja khususnya asal kepulauan itu masuk Malaysia dan Arab Saudi melalui jalur gelap dan tidak melalui jalur resmi pemerintah. Sehingga mereka tidak mengantongi surat apapun.

“Padahal sudah kita wanti-wanti, agar masyarakat Sumenep yang ingin bekerja sebagai TKI di Malaysia ataupun di negara lain, kita minta melalui jalur resmi sehingga dapat bekerja dengan enak di luar negeri dan hak-haknya terjaga,” lanjutnya.

Kecenderungan masyarakat masuk Malaysia melalui jalur ilegal karena pengaruh cukong-cukong atau calo yang hanya akan mengeruk keuntungan dari bisnis gelap distribusi TKI Ilegal ke Malaysia.

“Karena kalau melalui jalur ilegal lambat laun mereka akan tertangkap dan dipenjara lalu dipulangkan paksa. Padahal mereka berangkat ke Malaysia jiga sudah mengeluarkan uang tidak sedikit,” terangnya.

Namun untuk tahun 2017 ini, Disnakertrans menyebut angka TKI Ilegal yang dipulangkan itu sudah menurun ketimbang tahun 2016.

“Angka penurunan TKI yang dideportasi itu kalo di persenkan sekitar 4 sampai 5 persen,” klaimnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.