Sumenep, (Media Madura) – Harga komoditas khusunya daging ayam dan telur di pasar tradisional Sumenep, Madura, Jawa Timur terpantau mulai mngalami kenaikan. 

Untuk harga daging ayam broiler semula Rp 30 ribu per kg, naik menjadi Rp 32 ribu dan telur ayam petelur semula Rp 22 ribu per kg, menjadi Rp 23 ribu per kg.

Selain daging ayam dan telur, harga cabai merah besar juga naik, dari Rp 23 ribu per kg menjadi Rp 25 ribu per kg.

“Memasuki bulan Maulid dan banyak warga Sumenep yang merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Jadi permintaan daging ayam dan telur semakin meningkat,” kata Kabid Perdagangan, Disperindag Sumenep, Sukaris dalam rilis tertulisnya.

Walau harga daging dan telur merangkak naik, sejumlah komoditas lainnya terpantau stabil, seperti beras jenis Ir 64 Rp 9.700 per kg, ir desa Rp 9.400 dan gula pasir dalam negeri Rp 11.500.

Minyak goreng curah juga tetap Rp 12 ribu, daging sapi murni Rp 110 ribu, daging ayam kampung Rp 75 ribu, dan telur ayam kampung Rp 38.400 per kg.

Sementara Bawang merah mengalami penurunan Rp 2 ribu per kg, semula Rp 24 ribu menjadi Rp 22 ribu per kg, cabai kecil biasa tetap yakni Rp 15 ribu, dan bawang putih Rp 20 ribu.

“Mentega curah Rp 21 ribu, kol/kubis Rp 6 ribu, kentang Rp 13 ribu, tomat Rp 10 ribu, wortel Rp 13 ribu, buncis Rp 10 ribu dan kelapa Rp 6 ribu per buah,” paparnya.

Kata Sukaris, Disperindag setempat melakukan pemantauan pergerakan harga komoditas di dua pasar tradisional yang ada di Kecamatan Kota Sumenep yakni Pasar Anom Baru dan Pasar Bangkal. 

Pergerakan harga kebutuhan bahan pokok itu sengaja dipantau untuk diinformasikan kepada masyarakat dan dijadikan referensi harga.

“Kami memang akan terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga komoditas di pasaran, untuk selanjutnya menjadi informasi bersama,” tukasnya.

Reporter : Rosy

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.