Ilustrasi

Sumenep, (Media Madura) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur memastikan terdapat 15 kursi di 8 desa di 7 Kecamatan sampai saat ini jabatan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) masih kosong. 

PPS di desa-desa tersebut kosong lantaran minimnya pendaftar saat rekrutmen PPS beberapa waktu lalu. Meski sudah dilakukan perpanjangan masa pendaftaran, desa atau kecamatan tersebut tetap saja kurang dari target.

“Sebelum dilakukan tes, kami sudah melakukan perpanjangan waktu di sejumlah desa itu. Tapi di desa tersebut sejak tahun-tahun sebelumnya memang terjadi hal yang sama,” terang Ketua KPU Sumenep, Abd. Warits.

Sehingga, untuk mengisi kekosongan tersebut, KPU rencananya akan meminta tokoh masyarakat, ormas atau organisasi profesi dan kepala desa agar mengusulkan nama-nama untuk diangkat menjadi anggota PPS.

Kata Warits, kurangnya anggota PPS diatur dalam PKPU Nomor 3 Tahun 2015, tentang Tata Kerja KPU, KPU Provinsi, Komisi Independen Pemilihan Aceh, dan Komisi Pemilihan Umum/Komisi Independen Kabupaten/Kota, pembentukan dan tata kerja PPK, PPS dan KPPS.

Pada pasal 37 ayat 5 disebutkan, apabila terdapat kekurangan anggota PPS, maka KPU boleh meminta Kades untuk mengusulkan anggota PPS tersebut.

“Sehingga, dalam tahapannya, nanti tidak sama dengan proses rekrutmen sebelumnya. Tidak ada tes tulis dan tes wawancara,” ujarnya.

“Dari nama-nama yang diusulkan itu nanti kami akan menyeleksi sesuai data pribadi mereka yang dilampirkan. Jadi tanpa tes lagi,” tegasnya lagi. 

Jabatan PPS yang masih kosong tersebut diantaranya 1 orang di Desa Ambunten Barat, Kecamatan Ambunten, 3 orang di Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa, dan 3 orang di Desa Jukong-jukong, Kecamatan Kangayan.

Lalu 2 orang di Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, 1 orang di Desa Pabian, Kec. Kota, 1 orang di Desa Masakambing, Kecamatan Masalembu, 2 orang di Desa Sepanjang, Kecamatan Sapeken, dan 2 orang di Desa Cabbiya, Kecamatan Talango. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.