Sampang, (Media Madura) – Sedikitnya tiga komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang diketahui masuk di kepengurusan organsiasi kemasyarakatan (ormas) mengundurkan diri dari kepengurusan.

Mereka diantaranya, Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif diketahui aktif di pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Devisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan SDM Miftahur Rozaq di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Devisi Tekhnis Penyelenggara Addy Imansyah aktif di pengurus Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII).

“Ya…(aktif di pengurus MWCNU-red), proses pengunduran diri mas,” singkat Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif dibalik pesannya, Senin (13/11/2017) malam.

Sementara Devisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan SDM KPU Sampang Miftahur Rozaq, mengakui jika dirinya aktif di PCNU Sampang sebagai Wakil Sekertaris. Namun, dirinya sudah mengundurkan diri tertanggal 10 November 2017 kemarin.

“Iya saya sudah mundur dan disampaikan ke PCNU Sampang,” kata Rozaq.

Begitu pun, Devisi Tekhnis Penyelenggara KPU Sampang Addy Imansyah, membenarkan dirinya termasuk salah satu pengurus organisasi alumni yang berbadan hukum sejak tahun 2016 yakni IKA PMII Sampang.

“Benar saya salah satu pengurusnya, pengunduran diri masih dalam proses,” terangnya.

Pengunduran diri komisioner dari jabatan Ormas dilakukan atas Surat Keputusan KPU Nomor 666/SDM.12-SD/05/KPU/XI/2017. Dalam isinya, KPU RI meminta seluruh komisioner di tingkat kabupaten, kota, provinsi, dan pusat untuk keluar dari kepengurusan organsiasi kemasyarakatan (ormas) yang berbadan hukum atau tidak. Hal ini bertujuan untuk menghindari konflik kepentingan.

Nantinya, pengunduran diri wajib dilaksanakan dengan cara menyerahkan surat pernyataan ke KPU RI paling lambat 30 hari sejak tanggal 29 Desember 2017 atau maksimal akhir Januari 2018.

Permintaan tersebut dikeluarkan sebagai bentuk implementasi Pasal 21 ayat (1) huruf k Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam pasal itu diatur mengenai syarat calon anggota KPU di tingkat pusat hingga kabupaten/kota.

Terpisah, Sekretaris PCNU Sampang Mahrus Zamroni, menyampaikan hingga saat ini struktural pengurus PCNU terdapat dua nama komisioner KPU yaitu Miftahur Rozaq dan Addy Imansyah. Hanya saja, keduanya telah mengundurkan diri dari kepenguruaan organisasi yakni tanggal 10 November 2017 kemarin pengunduran diri oleh Miftahur Rozaq dan disusul tanggal 11 November oleh Addy Imansyah.

“Soal Ketua KPU di pengurus MWCNU kurang paham, selanjutnya kami masih menunggu surat rekomendasi dari PBNU untuk melakukan penggantian antar waktu (PAW) setelah pengunduran diri dari kepengurusan,” ungkapnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan