Ruang ganti pemain Madura United dijaga ketat aparat kepolisian

Bangkalan, (Media Madura) – Madura United ternyata kembali kena sanksi Komdis Disiplin (Komdis) PSSI berupa denda sebesar Rp 50 juta. Pasca pertandingan melawan Barito Putera.

Pada Minggu (5/11/2017) lalu, pertandingan Madura United menjamu Barito Putera digelar di Stadion Gelora Bangkalan. Pertandingan pekan ke-32 Liga 1 itu digelar tanpa penonton terkait sanksi Komdis PSSI.

Namun, Komdis PSSI memandang lain terhadap pertandingan itu. Dinilai, masih ada penonton di tribun, sehingga Madura United dijatuhi denda sebagai sanksinya.

Padahal, kata Manajer Madura United, Haruna Soemitro, bahwa sejumlah orang yang ada di tribun barat atau VIP itu bukan penonton, melainkan dari unsur panitia pelaksana pertandingan. Jadi, pemberian sanksi sangat disayangkan Haruna.

“Kemarin kita dapat denda dari Komisi Disiplin Rp 50 juta, hanya karena dihadiri oleh tidak lebih daripada 20-30 penonton, dan itu bukan penonton, semua adalah unsur panitia pelaksana, dan Anda tahu itu seperti itu,” kata Haruna.

Sementara, pada laga kontra Bhayangkara FC malam ini, aparat kepolisian mengerubungi SGB, baik di dalam maupun di luar stadion. Bahkan hingga ke ruang ganti pemain Madura United.

“Hari ini ada tim tamu yang menggunakan seragam. Yang itu jelas-jelas yang saya katakan suporter berseragam,” ungkapnya.

Sementara, suporter tuan rumah tak satu pun menampakkan batang hidungnya di dalam stadion karena menghargai Madura United yang sedang menjalani sanksi Komdis PSSI.

Tidak bisa mendukung langsung perjuangan Fabiano Beltrame dkk. suporter Madura Bersatu mengagendakan nonton bareng di luar stadion. Namun, tidak jadi digelar.

“Tiba-tiba suporter kami diusir dari lingkungan stadion yang sudah mempersiapkan nobar,” sesalnya.

“Apakah kemudian hari ini panitia melakukan kesalahan karena dihadiri begitu banyak (suporter berseragam), bahkan di tribun VIP Anda tahu, ada seseorang yang dukung tidak boleh masuk di dalam lingkungan stadion, tetapi hari ini dia teriak-teriak mengendalikan tim ini melakukan komando dari atas tribun dan kemudian dengan bebasnya melakukan seperti itu,” ujar Haruna.

“Saya pastikan dan saya jamin bahwa Komisi Disiplin akan memberi denda lagi yang lebih besar. Tiga kartu merah sudah pasti didenda, berlangsung dengan seperti itu, dan kehadiran suporter-suporter berseragam dan tidak berseragam yang mengaku aparat yang harus sudah menjadi catatan kita. Inilah kriminalisasi sepak bola,” pungkas Haruna.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.