Khalil Asy’ari

Pamekasan, (Media Madura) – Wakil Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Khalil Asy’ari enggan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengaku tak ada keinginan untuk mengikuti langkah dua politisi PKB, Kholilurrahman dan Baddrut Tamam.

“Ibarat dengan sekolah membuka pendaftaran, orang yang tidak mendaftar kan tidak mungkin bisa masuk sekolah dan sampai saat ini saya tidak mendaftar. Baik di PPP maupun partai lain. Jadi seperti ini,” kata Khalil Asy’ari, Selasa (7/11/2017).

Namun dibalik itu, karena di partainya yang akan diusung untuk menjadi Calon Bupati (Cabup) atau Calon Wakil Bupati (Cawabup) tidak harus mengikuti konvensi, maka dirinya akan mengikuti langkah partai.

“Saya akan patuh terhadap keputusan partai, masalah ditunjuk atau tidak itu urusan partai, masak rekomendasi akan jatuh pada orang yang tidak mendaftar,” tambah Khalil Asyari.

Mantan ketua DPRD Pamekasan itu meyakini rekomemdasi partai berlambang kakbah itu tidak akan jatuh pada dirinya. Apalagi, selama ini dirinya tidak pernah terlibat dalam rapat internal yang berkenaan dengan rekomendasi.

”Kader PPP layak direkomendasikan, tetapi rekomendasi tidak mungkin jatuh kepada kader yang tidak mendaftar,” pungkas Khalil.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahamdi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.