Ratusan warga melakukan domonstrasi di depan kantor Pemkab Pamekasan. (mm/rifqi)

Pamekasan, (Media Madura) – Pada saat warga Desa Kacok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur melakukan demonstrasi ke kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terkait sengketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) ada anggota DPRD setempat ikut.

Usut punya usut dia adalah Apik, Politikus Partai Nasioanal Demokrat (NasDem). Atas desakan warga, ia terpaksa ikut menyampaikan persoalan yang terjadi di lapangan, karena memang sudah banyak keluhan padanya.

“Mohon maaf saya warga Desa Kacok datang kesini atas permintaan warga mungkin karena anggota Dewan,” kata Apik, Senin (6/11/2017).

Lebih lanjut Apik menjelaskan, di rumahnya sering kali kedatangan warga untuk menengahi persoalan tersebut, menurutnya aduan para pendukung yang kalah itu karena ada indikasi kecurangan yang dilakukan oleh panitia Pilkades.

“Terus terang dari awal saya tidak ikut-ikutan bahkan saya sengaja tidak mencoblos karena pilkades ini rentan, cuma kalau sudah begini maka saya juga ikut karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Oleh karena itu pria yang menjabat Ketua Komisi II DPRD Pamekasan itu meminta agar Pemkab memperhatikan permintaan warga tersebut, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya harap Pemkab memperhatikan permintaan warga Kacok,” tambahnya.

Sementara koordinator lapangan (Korlap) aksi, Jailani, meminta agar pemkab memutuskan surat suara yang dicoblos bolong dapat disahkan, dan suara dihitung ulang.

“Kami warga Kacok hanya ingin surat suara yang menjadi sengketa itu dihitung ulang, lagian belum tentu calon kami yang menang,” tuturnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.