Dandim O826 Pamekasan Beri Wawasan Kebangsaan pada Santri

Pamekasan – Dandim 0826/Pamekasan Letkol lnf Nuryanto memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan dengan Tema : “Menjadi Pemenang di Tengah Kompetisi Global Dalam Ancaman Proxy War ” di Pondok Pesantren Sumber Bungur Pakong.

Ratusan santri pondok pesantren tersebut nampak menyimak dan antusias mengikuti segala materi yang disampaikan orang nomor satu di lingkungan Kodim 0826 Pamekasan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga menyampaikan, pesantren merupakan paket komplit dalam pembinaan karakter, pesantren sangat kental dengan pendidikan agama mengenai etika dan sopan santun maupun ilmu pendidikan, baik ilmu agama maupun ilmu-ilmu umum.

Dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia, kata dia, ulama dan santri memiliki peran penting dalam merebut kemerdekaan, dihadapkan kondisi saat ini, mengingatkan kepada para siswa-siswi sebagai generasi penerus bangsa harus lebih peka terhadap ancaman Proxy War dalam berbagai aspek kehidupan.

Perang modern di abad ini, sambungnya, yaitu perang yang menggunakan pihak ketiga atau pihak lain dari berbagai aspek kehidupan dengan tujuan menghancurkan generasi muda dan masyarakat pada umumnya atau yang disebut “Proxy War”

Ancaman Proxy War akan menyebabkan menurunnya kualitas SDM bangsa Indonesia, pribadi bangsa Indonesia adalah pribadi yang mengakui adanya Tuhan sesuai dengan sila pertama pada pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, perbedaan, suku, ras, agama maupun antar golongan jangan sampai menjadikan perpecahan, justru menjadi penguat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia.

Menyikapi kurangnya pemahaman generasi muda saat ini yang sedikit mengerti dengan jati diri bangsa, bahwasanya jati diri bangsa Indonesia yang sesungguhnya tercermin pada perilaku masyarakat Indonesia pada umumnya yang sesuai dengan nilai yang terkandung dalam pancasila. Perilaku yang sesuai dengan nilai dalam pancasila dan merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang sesungguhnya

“Oleh karena itu ketika kita menjumpai teman atau rekan yang memiliki perilaku tidak mencerminkan sikap ciri khas jati diri bangsa Indonesia agar menegurnya dan memberikan pengertian bahwa jati diri bangsa Indonesia yang sesungguhnya terkandung dalam nilai-nilai ke lima sila Pancasila,” ulasnya.

Dicontohkan, ketauladanan Nabi Muhammad SAW, beliau berjuang sendiri namu justru bertambah banyak pendukungnya, itu karena Nabi Muhammad SAW tekun untuk mengajak dalam hal kebaikan.

“Ditengah kompetisi global dalam ancaman Proxy War, diharapkan para siswa-siswi sebagai generasi penerus bangsa bisa menjadi pemenang dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” ajaknya.

Rilis

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.