Sumenep, (Media Madura) – Komisi III DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur mulai mengingatkan para pengembang yang ada di daerahnya agar tidak sembarangan mendirikan bangunan. 

Pasalnya, pembangunan perumahan yang asal berdiri itu akan berdampak cukup signifikan terhadap lingkungan, terutama masalah polusi dan kesehatan.

Anggota Komisi III DPRD setempat, A Kurdi menilai, selama ini pesatnya perumahan yang dibangun oleh para pengembang hanya asal bangun tanpa melalui prosedur yang tepat.

“Bahkan tanpa ada perhatian khusus dari pemerintah setempat,” kata Politisi Partai Demokrat ini. 

Untuk itu, dalam lima raperda inisiatif DPRD ada Raperda tentang penyediaan dan penyerahanan prasarana, sarana dan utilitas pada kawasan perumahan.

“Rapeda tersebut memang dikhususkan untuk melindungi lingkungan dari polusi yang berlebihan,” ungkapnya.

Kata Kurdi, Raperda ini sangat penting mengingat saat ini perumahan yang dibangun oleh pengembang swasta di Kabupaten Sumenep berkembang pesat. 

“Bahkan, hampir menjamur di sejumlah pelosok kota, hingga masuk ke wilayah Kecamatan Batuan,” katanya.

Atas dasar itulah, lanjut anggota dua periode ini, Raperda ini menjadi sangat penting untuk menjadi perda dalam mengatur soal pengelolaan prasarana dan sarananya, termasuk juga utilitas (fasilitas penunjang lingkungan).

“Pada ujungnya, pembangunan perumahan tidak semata-mata menjadi hak pengembang, melainkan harus ada campur tangan pemerintah daerah sesuai dengan aturan perda nantinya,” jelasnya.

Namun, Kurdi menjelaskan bahwa dalam penyediaan sarana dan prasarana perlu diatur secara ketat dan ekstra, melainkan memikirkan juga dampak lingkungan yang diakibatkannya.

“Sehingga, keberadaan perumahan tidak memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitarnya, justru berdampak positif,” pungkasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.