Sumenep Independen Dukung Panwascam Polisikan Ketua IKA Uinsa

Hambali Rasidi

Sumenep, (Media Madura) – Ketua LSM Sumenep Independen (SI), Sahrul Gunawan mendukung penyelesaian kisruh Rekrutmen Panwascam di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur melalui jalur hukum. 

Sahrul beralasan, kabar miring dalam Rekrutmen Panwascam yang diduga dilakukan komisioner Panwaskab Sumenep bisa terang menderang. Dia juga mendukung jika Ketua IKA UINSA, Rasyidi Hambali dipolisikan. 

“Kami sangat mendukung kalau penyelesaian polemik Rekrutmen Panwascam Sumenep dibawa ke ranah hukum, dari hasil penyidikan nanti akan ketahuan siapa yang berbohong dan tidak,” kata Sahrul Gunawan pada media ini.

Sahrul berharap,  dari keterangan terlapor ke penyidik nanti bisa membuka tirai yang selama ini berlindung pada juknis dan peraturan.

“Kalau memang Panwaskab Sumenep berbuat fair dan profesional dalam rekrutmen, polisi nanti bisa membuktikan dari hasil tes tulis peserta yang lolos enam besar dan peserta yang tidak lolos,” tambahnya. 

Pemberitaan hasil rekrutmen Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kabupaten Sumenep yang disebut ada unsur titipan dan booking kecamatan sepertinya akan berbuntut panjang. 

Pasalnya, nara sumber dalam berita itu tidak menyertakan bukti. Sehingga dinilai mencemarkan nama baik komisioner Panwaskab Sumenep.

Seseorang mengaku Sahdi dalam pembicaraan via telepon dengan salah satu wartawan media online di Sumenep menyebut apa yang disampaikan Ketua IKA UINSA Korda Sumenep, Hambali Rasidi tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“Tunggu saja hasil akhirnya. Yang ngomong rekrutmen Panwascam Sumenep ada titipan dan borongan, akan kena getahnya di hadapan hukum,” ancamnya dari ujung telpon sambil menutup pembicaraan.

Dia mengisyaratkan akan membawa masalah rekruitmen Panwascam yang dituding sarat titipan oleh Hambali Rasidi ke ranah hukum dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Sementara Hambali Rasidi saat ditanya kesiapan menghadapi proses hukum memberi respon datar dan memnjawab santai.

“Biar saya jelaskan semua ke penyidik. Saya ini orang yang terlibat jauh sebelum pendaftaran rekrutmen Panwascam. Jadi saya mengerti sekali apa dan bagaimana untuk bisa menjadi anggota Panwascam,” jawabnya. 

“Dari keterangan saya, polisi kan bisa mencocokkan dan mengembangkan. Intinya, bukalah hasil tes tulis itu, biar publik tidak menaruh curiga,” jelas Hambali.

Ketika ditanya terkait rencana pihaknya melaporkan Panwas ke DKPP, Hambali menegaskan itu dalan pertimbangan dirinya.

“Saya masih akan rapat dengan pengurus IKA UINSA Sumenep dan Korwil Madura. Saya akan mempertimbangkan baik buruknya. Yang pasti saya tidak berjalan sendiri, gitu saja,” sambung wartawan senior di Sumenep ini.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.