Pamekasan, (Media Madura) – Ratusan santri pondok pesantren (PP) An-Nidhomiyah, Pamekasan, Madura, Jawa Timur melaksanakan apel dan lomba mars Hubbul Wathon Minal Iman, Jumat (20/10/2017) pagi. Itu dilakukan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2017.

Dikatakan oleh pembina apel HSN 2017, KH Moh Aliyulhaq, setiap Oktober ada sejarah besar yang perlu diperingati setiap tahun utamanya oleh kaum santri.

“Pada bulan Oktober adalah bulan yang sangat istimewa bagi santri makanya kami peringati meski dengan sederhana,” katanya.

Yang dimaksud istimewa tambah Bendahara Pagar Nusa Nahdhatul Ulama (NU) Pamekasan itu, karena pada 72 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 22 Oktober 1945, terjadi peristiwa penting yang merupakan rangkaian sejarah perjuangan Bangsa Indonesia melawan kolonialisme.

“Pada waktu itu diperintahkan agar berjihad mempertahankan tanah air dan bangsa yang disampaikan oleh Rais Akbar KH Hasyim Asy’ari, dengan satu keputusan dalam bentuk resolusi yang diberi nama Resolusi Jihad Fi Sabilillah,” tambah Ulhaq.

Adapun apel dan kegiatan lainnya bertujuan untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan perjuangan ulama serta santri, sebagai upaya meneguhkan peran santri dalam bela negara, menjaga Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sejarah telah mencatat bahwa santri mewakafkan dirinya untuk kemerdekaan Indonesia. Mereka dengan caranya masing-masing membangun kekuatan untuk melawan penjajah,” tutup Ulhaq.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.