Suasana rekrutmen Panwascam Sumenep

Sumenep, (Media Madura) – Hasil tes tulis rekrutmen anggota Panwascam di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terindikasi tidak beres, karena dilakukan tidak transparan.

Pengumuman hasil tes tulis yang sudah dinyatakan lulus, tidak dicantumkan keterangan kelulusan tersebut didasarkan pada aspek apa saja. 

Hanya tiba-tiba, keluar enam nama peserta tiap kecamatan yang dinyatakan lolos tes tulis. Parahnya, tidak ada perengkingan nilai diumumkan sehingga mereka dinyatakan mengalahkan peserta lain.

Ketua IKA UINSA Koorda Sumenep, Hambali Rasidi dalam rilis ke sejumlah media mengatakan, semestinya panitia rekrutmen Panwascam mencantumkan nilai atau hasil tes tulis peserta sebagai acuan yang dinyatakan lolos tes tulis. Sehingga muncul kesan rekrutmen Panwascam Sumenep bersifat transparan.

“Mestinya panitia mengumumkan juga hasil tes tulisnya secara transparan, dari soal dan jawaban yang benar. Kalau tidak transparan kan bisa menimbulkan tafsir kecurigaan,” kata Hambali, Senin (16/10/2017).

Hambali mengaku, dirinya banyak menerima aspirasi dari sejumlah peserta rekrutmen. Rata-rata mereka mempertanyakan prosedur pelulusan peserta dari beberapa tahapan.

“Kalau begini, boleh dong saya menafsiri atau menduga, jangan-jangan yang dinyatakan lolos sudah berdasar titipan,” imbuhnya. 

Menurut Hambali, kalau saja kerja anggota Panwaskab Sumenep profesional dan bersikap transparan, biar jumlah peserta tes tulis mencapai ratusan, pasti mereka puas atas hasil yang diumumkan.

“Ini malah bukan hanya tidak puas, tapi mereka yang dinyatakan tereleminasi malah tidak percaya terhadap hasil tes tulis, alasanya hasil tes tidak transaparan,” tegasnya.

Lebih jauh Hambali menuding, beberapa peserta yang dinyatakan lolos seleksi tes tulis ditengarai memiliki hubungan pertemanan dan keluarga dengan sejumlah anggota Panwaskab Sumenep. 

“Ini fakta lho, ternyata sejumlah peserta yang lolos tes tulis diketahui memiliki hubungan pertemanan bahkan keluarga dengan sejumlah anggota Panwaskab,” tudingnya.

“Yang lebih parah, jauh sebelumnya sudah terdengar siapa saja yg akan diterima tiga orang ditiap Kecamatan sebagai anggota Panwascam. Ini bisa saya buktikan nama nama yang beredar akan lolos,” ucapnya serius. 

Untuk itu, Hambali berencana mengirimkan surat ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Bawaslu Jatim tentang transparansi rekrutmen Panwascam Sumenep tersebut.

“Saya menunggu hasil finalnya dulu. Saya berharap, surat yang akan kami layangkan ke DKPP dan Bawaslu Jatim bisa menjadi bahan evaluasi atas kinerja panwaskab Sumenep. Sehingga pelaksanaan pesta demokrasi benar diawasi secara serius,” tukasnya. 

Sayangnya, Ketua Panwaskab Sumenep, Hosnan Hermawan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pribadinya berkali-kali terdengar nada tidak aktif.

Demikian pula dengan komisioner yang lain Imam Syafii, telepon pribadinya juga tidak bisa dihubungi. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.