Ilustrasi / google

Pamekasan, (Media Madura) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur memprediksi musim kemarau tahun 2017 diprediksi akan berakhir pada akhir Oktober.

Dikatakan oleh Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Budi Cahyono, kepastian itu berdasarkan update prakiraan cuaca dari BMKG.

“Jadi, update sementara bulan November masuk awal musim penghujan,” katanya, Junat (13/10/2017).

Perihal update terbaru prakiraan cuaca tersebut, Budi khawatir ada perubahan, apabila nanti ada perpanjangan musim dari BMKG akan dilanjutkan dengan Surat Keputusan (SK) penetapan perpanjangan musim kemarau atau sebaliknya dari Bupati Pamekasan.

“Kita tunggu update terbaru, kita nanti akan dapat tembusan. Paling tidak kita akan proaktif menanyakan ke BMKG,” tambahnya.

Sampai sekarang, jelas pria berkumis itu, belum ada pemetaan daerah kekeringan tambahan, namun yang bertambah hanya kondisi di daerah yang memang kekeringan sehingga kebutuhan air bersih bertambah.

“Kami terpaksa menambah dropping air ke sejumlah desa lantaran kebutuhan masyarakat terhadap air bersih meningkat, seperti Desa Tanjung Kecamatan Pademawu yang awalnya tidak masuk daerah kekeringan. Kalau tidak salah ada tiga desa yang nambah permintaan air,” jelas Budi.

Menurutnya, dari 82 desa yang sebelumnya ditetapkan sebagai daerah terdampak kekeringan, sekarang bertambah dua desa lagi yang meminta dropping air. Tetapi dua desa itu belum ditetapkan sebagai daerah kering sebelum ada Surat Keputusan (SK) bupati berdasarkan update cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan