Presiden Jokowi saat di Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep

Sumenep, (Media Madura) – Presiden RI, Joko Widodo, memberikan sambutan utama saat menghadiri perayaan Hari Perdamaian Internasional 2017 di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pada kesempatan ini, Jokowi mengingatkan agar bangsa Indonesia terus menjaga perdamaian, perdamaianan itu diciptakan dalam berbagai aspek. Apalagi bangsa Indonesia ini dikenal bangsa yang besar. 

“Menjadi bangsa yang besar pasti ada tantangan yang harus kita hadapi bersama. Untuk itu kita sebagai warga yang besar ini harus menjaga kedamaian agar tidak terjadi pertengkaran,” ujar Jokowi, Minggu (8/10/2017).

“Sebagai bukti kebesaran bangsa Indonesia, kita ini memiliki 714 suku dan 1.100 bahasa, budaya yang beragam serta agama yang berbeda-beda,” sambungnya.

Lantas, Presiden RI ke-7 ini membandingkan bangsa Indonesia dengan Afganistan yang hanya memiliki 7 suku. Namun disana sering terjadi konflik, bahkan saat ini di Afganistan sudah terjadi perpecahan hingga 40 lebih kelompok.

“Untuk Indonesia, walaupaun banyak suku, berbeda agama dan berbeda kebudayaan, kalau kita bersama-sama membangun kebersamaan, pasti akan terpupuk kedamaian,” jelasnya.

“Kedamaian itu tak bisa dipaksakan, melainkan harus dipupuk agar terbentuk cinta damai, diantaranya melalui perempuan ibu-ibu sekalian,” lanjut Jokowi.

Namun demikian, kata Jokowi, menjaga kedamaian ini bukan hanya tanggung jawab kaum perempuan, tapi juga kaum laki-laki. Menurutnya, beragamnya suku dan budaya itu harus menjadi perhatian bagi kaum laki-laki dan perempuan Indonesia agar tetap terbangun kedamaian.

“Banyaknya suku membuat kita harus memerhatikan sinergisitas. Saat terjadi gesekan harus segera diselesaikan agar tidak meluas. Kaum perempuan juga harus ikut andil dalam melestarikan budaya damai tersebut,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan