Tiga terdakwa mendengarkan amar putusan Majelis Hakim di persidangan Pengadilan Negeri Sampang, Kamis (5/10/2017) pukul 14.00 WIB. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sampang menjatuhkan hukuman kepada tiga terdakwa kasus pembunuhan terhadap Moh Rusdi (40), warga Dusun Perreng, Desa Kamuning, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.

Ketiga terdakwa itu Mat Sakur, Moh Taufik, dan Siti Amina. Mereka dijatuhi hukuman berbeda sesuai perbuatan.

“Menjatuhi hukuman terhadap terdakwa Mat Sakur selama sembilan tahun, Moh Taufik dengan pidana tujuh tahun, dan terdakwa Siti Amina selama enam tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Sri Wijayanti Tanjung saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Sampang, Kamis (5/10/2017).

Dalam amar putusan, Majelis Hakim menyatakan bahwa ketiga terdakwa telah terbukti dan meyakinkan melakukan perbuatan pembunuhan kepada korban Moh Rusdi tak lain aktivis LSM di Sampang. Hal itu sesuai pasal 170 ayat (1) KUHP.

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Sebab, sebelumnya ketiga terdakwa masing-masing dituntut 10 tahun penjara.

Dengan begitu, Majelis Hakim mempersilahkan kuasa hukum memberikan hak terdakwa menyikapi putusan tersebut.

“Silahkan terdakwa berkordinasi dengan kuasa hukum, apakah mau banding karena bisa saja nanti masa pidana berkurang atau bertambah,” jelasnya dihadapan ketiga terdakwa.

Jaksa Penuntut Umum Munarwi, menyatakan pikir-pikir menyikapi putusan hakim tersebut sambil menunggu perintah atasan. “Kami pikir-pikir dulu dan tunggu salinan putusan,” ungkap Munarwi.

Penganiayaan berujung satu nyawa korban melayang tersebut terjadi pada Selasa 20 Juni 2017 lalu di Desa Kamuning, Kedungdung. Korban, Moh Rusdi dianiaya bersama lima pelaku tak lain masih keluarga. Namun polisi berhasil menangkap tiga orang pelaku, dua lainnya saat ini masih DPO yakni Hosni dan Abdus.

Peran ketiga terdakwa, yaitu Mat Sakur menganiaya keponakaannya (Rusdi) itu dengan sebilah kayu. Sedangkan, Moh Taufik dan Siti Amina memukul korban dengan sebilah bambu.

“Dua DPO ini memakai batu bata, dari penganiayaan tersebut lebih berperan adalah Mat Sakur selaku paman korban,” terang Munarwi.

Sementara istri korban, Sumiyati (35) mengaku kecewa putusan hakim terhadap ketiga terdakwa. Untuk itu, polisi diminta menangkap dua DPO yang saat ini masih berada di wilayah hukum Sampang.

“Supaya keadilan bisa dirasakan keluarga kami,” singkatnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan