Sampang, (Media Madura) – Serapan anggaran di lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Sampang terbilang rendah. Padahal, sudah memasuki triwulan ketiga diakhir tahun 2017. Bisa dipastikan nantinya program kegiatan di lima OPD tersebut kejar tayang karena tiga bulan lagi bakal tutup tahun. Minggu (24/9/2017).

“Lima OPD di Sampang serapan anggarannya rendah,” ucap Kabid Anggaran dan Perbendaharaan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang Laili Akmaliyah.

Kelima OPD dengan serapan anggaran terendah, diantaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus), dan Dinas Pertanian (Disperta).

Realisasi anggaran per tanggal 31 Agustus 2017 untuk lima OPD, rinciannya BPBD dialokasikan anggaran sebesaran Rp 18.476.216.570 hanya terealisasi Rp 1.675.746.77 atau 89,07 persen. DPUPR alokasi anggaran Rp 213.798.539.964 terealisasi 18,21 persen atau Rp 38.940.468.144.

Selanjutnya, DPRKP alokasi anggaran Rp 48.067.356.600 hanya terealisasi 24,46 persen atau Rp 11.759.036.205. Sedangkan, Disarpus alokasi anggaran Rp 6.020.365.265 terealisasi Rp 1.822.629.620 atau 30,27 persen. Terakhir, Disperta alokasi anggaran Rp 29.832.242.410 teralisasi Rp 9.773.135.687 atau 32,76 persen.

Menurut Laili, jika perencanaan tidak optimal menjadi pemicu utama banyaknya program kerja tidak berjalan maksimal. Sehingga, masing-masing OPD yang rendah serapan anggarannya perlu menggenjot kinerjanya.

“Kami selalu mengingatkan setiap OPD melaksanakan perencanaan di awal tahun meski APBD ditetapkan pada 2016 kemarin, tapi ya tidak dihiraukan,” ujarnya.

Sementara, alasan rendahnya serapan anggaran seperti Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) karena pengerjaan fisik pembangunan gedung arsib bari dilakukan. Namun untuk pengadaan belum terlaksana. Hanya saja, belanja tidak langsung seperti pemeliharaan mobil, gedung kantor, dan kegiatan lain baru dapat dilaksanakan pada triwulan keempat.

“Saat ini kami melakukan pendataan untuk melaksanakan pengadaan buku senilai Rp 140 juta, dan rendahnya serapan anggaran bukan karena ada kendala melainkan sejak awal memang prosesnya telat sehinga berpengaruh terhadap daya serap anggaran,” tandas Sudarmanto Disarpus Sampang.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan