Manajer Madura United, Haruna Soemitro. (doc/MM)

Pamekasan, (Media Madura) – Menajer Madura United, Haruna Soemitro mengaku sangat kecewa kinerja wasit asing. Menyusul pengusiran dirinya pada laga PS TNI melawan Laskar Sape Kerrab, Senin (19/9/2017) malam.

Haruna diusir meninggalkan arena pertandingan di Stadion Pakansari, Bogor pada babak kedua. Wasit asing yang memimpin jalannya laga pekan ke-24 Liga 1 bernama Rysbek Shekerbekov asal Kyrgyztan.

Tindakan wasit asing mengusir dirinya tidak dibenarkan. Harusnya, wasit memberikan peringatan sebelum pengusiran dilakukan. Namun, yang terjadi malam itu tidak demikian, Haruna langsung diusir dari bench pemain.

“Lazimnya di dalam pertandingan, dia (wasit.red) harusnya ngasih kartu kepada saya, ngasih peringatan atau ngasih kartu, tapi tidak, tiba-tiba dia mengusir saya dari bench pemain tanpa ada sebab,” sesal Haruna.

Protes Haruna kepada wasit lantaran tidak terima pemainnya, Guntur Ariyadi di kartu merah. Menurutnya, Guntur dan gelandang PS TNI Erwin Ramdani yang terlibat insiden di babak kedua mestinya sama-sama mendapat kartu merah.

Anehnya, Erwin Ramdani yang sengaja melakukan tekel gunting dan nyaris mencelakakan Guntur hanya mendapat kartu kuning.

“Salah satu yang kita lihat adalah, lamanya dia mengambil keputusan ketika pelanggaran harus kartu merah. Mestinya kalau mau kartu merah dua-duanya harus kartu merah. Penyebab Guntur melakukan pelanggaran itu karena ditekel dengan dua kaki itu,” Haruna menjelaskan.

Haruna mengatakan, dirinya melakukan protes karena memang tugas seoranga manajer yang duduk di bench pemain, yaitu memberikan advokasi dan perlindungan kepada pemain.

“Penyebab saya protes itu karena saya ingin bertanya kepada asisten wasit cadangan, bahwa apa yang kamu kasih saran kepada wasit, apa yang kamu informasikan kepada wasit, kenapa kamu berikan informasi seperti itu, sementara wasit sendiri tidak mengambil keputusan apa-apa. Karena itu saya protes seperti itu, kok malah saya dikeluarkan,” ujarnya.

“Tugas saya di bench itu ya itu, tugas manajer mengadvokasi, memberikan perlindungan kepada pemain, menanyakan apa yang sebetulnya terjadi. Dia cukup menjelaskan kepada kita dan komunikasi,” sambungnya.

Guna mendapatkan keadilan, Haruna menegaskan tidak akan berhenti sampai di sini. Rencananya, Haruna akan melayangkan surat protes kepada PSSI dan PT LIB. Memprotes kemimpinan wasit asing beserta dua asistennya.

“Wasit kemarin itu bukan dalam kompetensi yang bagus. Sehingga kemampuannya diragukan sebagai wasit yang memberikan contoh bagus untuk pertandingan,” tandas Haruna.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan