Ilustrasi / google

Sampang, (Media Madura) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Anang Djoenaedi mengatakan, anggaran yang disiapkan sebesar Rp 150 juta menghadapi bencana kekeringan yang melanda di wilayah itu.

Dana bantuan itu bagi korban terdampak di 42 Desa yang tersebar di 12 dari 14 kecamatan se Kabupaten Sampang.

“Tahun ini dianggarkan Rp 150 juta untuk bencana kekeringan,” kata Anang, Jumat (15/9/2017).

Menurutnya, dalam menyuplai air bersih BPBD bekerjasama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang. Setiap desa yang terdampak akan dibantu air bersih sebanyak 10 kali.

“Tangki yang disiapkan penyaluran air bersih ada 6 unit, rinciannya 4 tangki milik BPBD dan 2 tangki dari PDAM,

Hasil pendataan dan kordinasi masing-masing kecamatan, menyebutkan desa terdampak kekeringan masuk kategori kritis. Faktor penyebabnya adalah sumber mata air kering, keterjangkuan air, dan tidak adanya tandon.

Kini, BPBD sudah mulai memberikan bantuan air bersih secara gratis alias biaya tidak dibebankan kepada korban kekeringan. Bantuan diberikan seperti di Dusun Tengginah Desa Rahayu Kecamatan Kedungdung, Dusun Anyir Desa Panyirangan Kecamatan Pangarengan.

“Kita sudah suplai air bersih di beberapa desa,” tuturnya.

Anang menambahkan, informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Juanda Surabaya, memprediksi musim kemarau 2017 ini untuk wilayah Sampang diperkirakan terus terjadi hingga Oktober mendatang.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan