Sumenep, 6/9 (Media Madura) – Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Myanmar dan menimpa etnis Rohingya terus mendapatkan perhatian khusus dari sejumlah Negara, termasuk Indonesia. 

Tragedi yang sudah menewaskan ratusan ribu orang, dan sebagian lainnya terkatung-terkatung mencari pengungsian itu memang bikin hati terenyuh, terlebih mayoritas etnis tersebut beragaman Islam.

Di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ratusan siswa sebuah SMA punya cara sendiri untuk mencurahkan keprihatinan terhadap para korban tewas, yakni mereka menggelar Salat Ghaib secara bersama-sama, Rabu (6/9/2017).

Salat gaib merupakan salat pengganti salat jenazah, yaitu salat yang dilakukan kepada seorang muslim yang meninggal, namun karena kita berada ditempat jauh, sehingga kita tidak dapat bisa mengerjakan, maka diganti dengan Salat Gaib

Dari pantauan media ini, para siswa SMA 1 Batuan, Kecamatan Batuan tampak antusias dan khusuk melaksanakan Salat Gaib yang digelar setelah Salat Dhuhur di musalla sekolah negeri tersebut.

“Salat Gaib ini sebagai bentuk solidaritas kami terhadap konflik yang telah memakan banyak korban, yakni etnis Rohingya yang mayoritas beragama Islam,” kata Kepala SMA Negeri I Batuan, Shalehuddin.

Dia menuturkan, salat itu diikuti kurang lebih 520 siswa dan siswi dari semua kelas, dan juga sebagian para guru. Setelah Salat Ghaib, mereka melanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa bersama.

“Selain memalui panjatan doa, kami juga mengharap, pemerintah Indonesia ikut serta membantu menyelesaikan konflik tersebut, bagaimanapun caranya, karena itu menyangkut banyak nyawa,” harapnya.

Sementara itu, salah satu siswi, Nur Fadilah mengaku miris dan prihatin terhadap tragedi yang dialami etnis Rohingya tersebut. Pasalnya, peristiwa tersebut sudah berlangsung sangat lama terjadi, tetapi belum juga diselesaikan, sampai harus menewaskan dan menelantarkan ratusan ribu orang. 

“Kami harap persoalan itu segera selesai dan para korban mendapat pertolongan,” ungkapnya singkat. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan