Ketua DPRD Pamekasan Halili

Pamekasan, 30/8 (Media Madura) – Halili, kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan, Madura, Jawa Timur kurang berminat mencalonkan diri sebagai bupati maupun wakil bupati pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 mendatang.

Dikatakan oleh pria yang saat ini menjabat ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan itu, alasan tidak minat mencalonkan diri itu tidak disebutkan dengan jelas, meski dirinya masuk pada deretan kader terpopuler di internal partainya.

“Secara pribadi, saya kurang berminat untuk mencalonkan diri (sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati), alasannya teman-teman pasti tahu,” katanya, usai menyampaikan press rilis pendaftaran bakal cabup dan cawabup yang di Kantor DPC PPP Pamekasan di Jalan Bonorogo 92, Rabu (30/8/2017).

Soal keputusan lebih lanjut, dirinya memasrahkan sepenuhnya pada keputusan partai berlambang ka’bah itu, sebab diinternal bukan hanya dirinya yangbbisa dicalinkan melainkan para kader di internal partai juga memiliki banyak potensi untuk dicalonkan.

“Semuanya kami serahkan kepada keputusan partai, toh kader lain banyak,” tambah Halili.

“Semua kader partai memiliki peluang, selama mereka mampu menunjukkan kapabilitas dan loyalitas terhadap partai,” sambung Halili.

Nama Halili, sebagai legislator selama ini digadang-gadang memiliki potensi untuk bersaing pada perhelatan pesta demokrasi lima tahunan di tingkat kabupaten. Selain itu Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asyari, perwakilan eksekutif, Ketua DPC PPP Pamekasan KH Mondhir Kholil mewakili jajaran kiai dan Wazirul Jihad mewakili pemuda.

Reporter: Rifqi
Editor : Ahmadi

Tinggalkan Balasan