Pamekasan, 16/8 (Media Madura) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sampai sekarang belum mengantongi daerah rawan kekeringan pada musim kemarau tahun 2017.

Pasalnya kata Kepala BPBD Kabupaten Pamekasan, Akmalul Firdaus, saat ini instansinya tengah melakukan pendataan, dengan mengacu pada data tahun 2015 lalu.

“Sampai saat ini kami belum punya data kekeringan, apalagi tahun 2016 lalu bisa dikatakan tidak ada kemarau,” katanya, Rabu (16/8/2017).

Ditambahkan oleh Firdaus, data di tahun 2015, jumlah daerah yang mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau sebanyak 323 dusun di 80 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Data ini sebagai pedoman untuk melakukan klarifikasi kepada setiap camat.

“Peta kekeringan berpedoman pada data tahun 2015 itu. Dari verifikasi itu nanti kita akan rekap lagi, apakah ada tambahan atau tidak,” tambahnya.

Menurutnya, apabila pendataan daerah terdampak kekeringan itu selesai, pihaknya akan melakukan distribusi air bersih sesuai dengan prosedur dan kebutuhan masyarakat.

“Tentunya apa yang kami lakukan sesuai dengan kondisi musim, sampai kapan puncak kemarau itu terjadi. Namun, terlebih dahulu akan diajukan kepada bupati untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK) sebagai daerah kekeringan tahun 2017,” jelasnya.

Selain itu ia masih menunggu pedoman daru Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai pedomannya.

Mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pamekasan itu tidak bisa memprediksi puncak kemarau, karena hal itu merupakan ranah BMKG. Untuk mengetahui awal dan berakhirnya musim tersebut harus menunggu laporan dari BMKG.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan