Pamekasan, 12/8 (Media Madura) Karapan sapi tanpa kekerasan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur direncanakan akan dijadikan destinasi wisata tahunan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Pamekasan, Akhmad Sjaifuddin mengatakan, pelaksanaan kerapan sapi yang pada tajun-tahun sebelumnya menggunakan kekerasan atau “Rekeng” pada tahun ini tidak akan ada lagi.

“Saya pastikan kerapan tahun ini tanpa unsur kekerasan dan dalam penyelenggaraan di setiap tahun akan ada peningkatan, salah satunya akan dijadikan destinasi wisata budaya tahunan,” katanya, Sabtu (12/8/2017).

Lahkah itu tambah Akhmad sapaan akrabnya Akhmad Sjaifuddin, dirinya sudah menjalin koordinasi dengan instansi penyelenggara dalam hal ini Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil) serta para pecinta kerapan sapi, agar penyelenggaraan karapan sapi menjadi jujukan wisata tanpa menampilkan kekerasan pada sapi.

“Karapan sapi tanpa kekerasan itu sesuai dengan kesepakatan dalam instruksi bupati nomor 1 tahun 2017 tentang penyelenggaraan karapan sapi tanpa kekerasan, makanya kami seriusi,” tambahnya.

Aturan saat ini sedang disosialisakan Bakorwil kepada para pemilik sapi karapan, lebih-lebih kepada paguyuban yang telah menaungi acara tahunan tersebut. Dalam aturan itu yang dibolehkan yaitu dengan pemakaian spirtus, balsem, jahe atau sejenisnya dan tidak di letakkan pada mata, lubang telinga, lubang dubur atau alat vital.

Sementara untuk alat pemacu atau rekeng hanya di perkenankan dengan paku kecil dan itu sudah disediakan oleh panitia, dan joki “Tokang tongkok” diwajibkan memakai pakaian khas Madura disertai parade musik khas Madura.

“Saya berharap agar karapan sapi tanpa kekerasan bisa jadi parade tahunan saja, namun juga bisa jadi destinasi wisata non fisik,” pungkas mantan Kadis PU Pengairan itu.

Reporter: Rifqi
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan